Sekutu Putin: Tak Ada Bunker yang Bisa Lindungi AS dari Bom-bom Raksasa Rusia
Jum'at, 26 September 2025 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2024, Medvedev—melalui Telegram—sudah 12 kali mengancam akan mengebom Barat.
Ancaman terbaru Medvedev kepada AS juga muncul ketika Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan setelah bertemu Zelensky pada hari Selasa—memuji pemimpin masa perang tersebut sambil menyebut Rusia sebagai "macan kertas", dan menambahkan bahwa dia yakin Ukraina dapat merebut kembali wilayahnya yang dikuasai Rusia.
Beberapa bulan sebelumnya, Trump juga mengecam Medvedev karena menggunakan "kata berawalan huruf N" setelah politisi Rusia itu mengancam akan memasok Teheran dengan senjata nuklir menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
"Apakah saya mendengar Mantan Presiden Medvedev, dari Rusia, dengan santai melontarkan kata 'N' (Nuklir!), dan mengatakan bahwa dia dan negara-negara lain akan memasok hulu ledak nuklir ke Iran? Apakah dia benar-benar mengatakannya atau, itu hanya khayalan saya?" tulis Trump.
Ancaman terbaru Medvedev kepada AS juga muncul ketika Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan setelah bertemu Zelensky pada hari Selasa—memuji pemimpin masa perang tersebut sambil menyebut Rusia sebagai "macan kertas", dan menambahkan bahwa dia yakin Ukraina dapat merebut kembali wilayahnya yang dikuasai Rusia.
Beberapa bulan sebelumnya, Trump juga mengecam Medvedev karena menggunakan "kata berawalan huruf N" setelah politisi Rusia itu mengancam akan memasok Teheran dengan senjata nuklir menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
"Apakah saya mendengar Mantan Presiden Medvedev, dari Rusia, dengan santai melontarkan kata 'N' (Nuklir!), dan mengatakan bahwa dia dan negara-negara lain akan memasok hulu ledak nuklir ke Iran? Apakah dia benar-benar mengatakannya atau, itu hanya khayalan saya?" tulis Trump.
(mas)
Lihat Juga :