Sering Diintai Rusia, Uni Eropa Akan Bangun Tembok Drone
Kamis, 25 September 2025 - 04:35 WIB
loading...
A
A
A
Regnier tidak menyebutkan tanggal peluncuran tembok drone tetapi mencatat: "Peristiwa terkini menunjukkan bahwa kita tidak bisa hanya duduk di sini dan menunggu sesuatu terjadi sebelum kita perlu bertindak."
"Kita masih perlu menunggu hasil akhir (investigasi), tetapi apa yang telah kita lihat selama beberapa minggu terakhir menunjukkan Rusia melakukan tindakan sembrono di setidaknya tiga negara anggota," kata Hipper.
"Di sini, kita melihat pola yang jelas: Rusia sedang menguji batas-batas Eropa, juga menguji tekad kita dan merusak keamanan kita secara keseluruhan."
Secara terpisah pada hari Selasa, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memperingatkan bahwa "masih terlalu dini" untuk menentukan siapa yang berada di balik insiden di Kopenhagen.
"Kami tidak ingin melihat kelanjutan pola berbahaya ini oleh Rusia, disengaja atau tidak, tetapi kami siap dan bersedia untuk terus mempertahankan setiap jengkal wilayah sekutu," ujarnya dalam konferensi pers.
Tembok anti-pesawat tak berawak ini merupakan respons terhadap perubahan besar kebijakan pertahanan Eropa yang disebabkan oleh invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dan terpilihnya kembali Presiden Donald Trump, yang mengatakan bahwa AS akan tidak lagi menjadi penjamin utama keamanan Eropa.
4. Rusia Sedang Menguji Batas-batas Eropa
Sementara itu, Anitta Hipper, juru bicara Komisi untuk urusan luar negeri, mengatakan bahwa penyusupan sebelumnya ke wilayah udara Polandia, Rumania, dan Estonia menunjukkan bahwa Rusia mungkin juga berada di balik insiden di bandara Kopenhagen."Kita masih perlu menunggu hasil akhir (investigasi), tetapi apa yang telah kita lihat selama beberapa minggu terakhir menunjukkan Rusia melakukan tindakan sembrono di setidaknya tiga negara anggota," kata Hipper.
"Di sini, kita melihat pola yang jelas: Rusia sedang menguji batas-batas Eropa, juga menguji tekad kita dan merusak keamanan kita secara keseluruhan."
Secara terpisah pada hari Selasa, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memperingatkan bahwa "masih terlalu dini" untuk menentukan siapa yang berada di balik insiden di Kopenhagen.
"Kami tidak ingin melihat kelanjutan pola berbahaya ini oleh Rusia, disengaja atau tidak, tetapi kami siap dan bersedia untuk terus mempertahankan setiap jengkal wilayah sekutu," ujarnya dalam konferensi pers.
Tembok anti-pesawat tak berawak ini merupakan respons terhadap perubahan besar kebijakan pertahanan Eropa yang disebabkan oleh invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dan terpilihnya kembali Presiden Donald Trump, yang mengatakan bahwa AS akan tidak lagi menjadi penjamin utama keamanan Eropa.
(ahm)
Lihat Juga :