Sempat Bikin China Marah, Kapal Induk Inggris Muncul Lagi di Dekat Indonesia

Selasa, 23 September 2025 - 15:29 WIB
loading...
A A A
Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menuduh Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan AS sebagai pihak yang "pembuat onar dan provokasi".

“Saya ingin mengingatkan pihak Inggris bahwa hak dan kepentingan China di Laut China Selatan telah ditetapkan dalam sejarah yang panjang dan memiliki dasar hukum yang kuat,” kata komando tersebut.

Kementerian Pertahanan Kerajaan Inggris sebelumnya menyatakan, "Angkatan Laut Kerajaan beroperasi dengan sepenuhnya mematuhi hukum dan norma internasional, serta menjalankan hak kebebasan navigasi sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS)."

Angkatan Laut Kerajaan Inggris secara rutin berpatroli di perairan Pasifik dan di tempat lain untuk menegakkan kebebasan navigasi bagi semua pelaut berdasarkan UNCLOS. Putusan tahun 2016 dari Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag, Belanda, menyatakan bahwa Laut China Selatan diatur oleh hukum maritim internasional, termasuk prinsip kebebasan navigasi.

Setibanya HMS Prince of Wales di Singapura, sebuah konferensi pers diadakan untuk membahas pengerahan sejauh ini dan Latihan Bersama Lima Negara yang akan datang, yang merupakan bagian dari Pengaturan Pertahanan Lima Negara. Akun media sosial UK In Singapore menyatakan bahwa kunjungan tersebut memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
5 Alasan China Mampu...
5 Alasan China Mampu Akhiri Dominasi Kapal Induk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved