Sengketa Laut China Selatan, Duterte kepada China: Taati Hukum!

Sabtu, 12 September 2020 - 15:26 WIB
loading...
Sengketa Laut China...
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto/Gulfnews
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan kepada Menteri Pertahanan China Wei Fenghe bahwa sengketa Laut China Selatan (LCS) harus diselesaikan menggunakan hukum internasional, termasuk perjanjian yang digunakan sebagai dasar putusan pengadilan arbitrase internasional pada tahun 2016 yang menyangkal klaim China di wilayah tersebut.

Duterte bertemu dengan pejabat tinggi China itu pada Jumat malam.

"Presiden Duterte menekankan bahwa perselisihan harus diselesaikan secara damai sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hukum Laut dan instrumen internasional lainnya," kata kantor presiden Filipina dalam sebuah pernyataan seperti disitir dari Bloomberg, Sabtu (12/9/2020).

Pemimpin Filipina itu juga mengatakan bahwa setiap negara harus memainkan peran menstabilkan di Laut Chin Selatan, saat ia mendorong kode etik di wilayah yang disengketakan tersebut.

Ketegangan Laut China Selatan telah meningkat, dengan China menembakkan rudal ke daerah itu pada bulan lalu ketika Amerika Serikat (AS) mengambil tindakan terhadap perusahaan China yang membantu mendirikan pos-pos terdepan di wilayah yang disengketakan. (Baca juga: China Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, Peringatan untuk AS )

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah secara resmi menolak klaim ekspansif China atas Laut China Selatan, rute utama lalu lintas komersial laut dan menjadi lokasi bagi cadangan minyak dan gas yang belum dimanfaatkan senilai triliunan dolar.

Negara-negara Asia Tenggara minggu ini menyerukan menahan diri di laut yang merupakan jalur perdagangan penting dan menyimpan cadangan minyak dan gas alam. (Baca juga: Pompeo kepada ASEAN: Jangan Biarkan Partai Komunis China Menginjak-injak Kita )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved