Pengakuan Negara Palestina Menguat, Inggris Ancam Israel agar Tidak Balas Dendam

Senin, 22 September 2025 - 14:32 WIB
loading...
A A A
Menyampaikan pengumuman tersebut pada hari Minggu, Keir mengatakan ia ingin "menghidupkan kembali harapan perdamaian dan solusi dua negara".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi dengan mengatakan bahwa negara Palestina "tidak akan terwujud".

AS sependapat dengannya dalam menggambarkan langkah tersebut sebagai hadiah diplomatik bagi Hamas setelah Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 orang.

Keir menekankan bahwa hal ini tidak benar karena syarat-syarat pengakuan tersebut berarti Hamas "tidak memiliki masa depan, tidak memiliki peran dalam pemerintahan, tidak memiliki peran dalam keamanan".

Pesan ini digaungkan dalam pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, yang menyatakan bahwa menteri luar negeri akan menggunakan pertemuan PBB untuk "memastikan teroris brutal seperti Hamas tidak memiliki peran dalam masa depan negara Palestina".

Perdana menteri menambahkan bahwa keputusan tersebut justru merupakan "janji kepada rakyat Palestina dan Israel bahwa akan ada masa depan yang lebih baik", dengan mengatakan bahwa "kelaparan dan kehancuran [di Gaza] benar-benar tidak dapat ditoleransi".

Sir Keir, yang telah berulang kali mengatakan bahwa Hamas tidak dapat memiliki peran dalam pemerintahan negara Palestina di masa depan, mengatakan dalam pengumumannya bahwa Inggris telah melarang dan memberikan sanksi kepada Hamas dan bahwa ia telah mengarahkan upaya untuk memberikan sanksi kepada lebih banyak tokoh Hamas dalam beberapa minggu mendatang.

Hamas pada hari Minggu menyambut baik pengakuan tersebut sebagai "langkah penting dalam menegaskan hak rakyat Palestina atas tanah dan tempat-tempat suci mereka", tetapi mengatakan hal itu harus disertai dengan "langkah-langkah praktis" yang akan mengarah pada "berakhirnya segera" perang.

Berbicara di BBC Breakfast, Wakil Ketua Partai Konservatif, Matt Vickers, mengatakan bahwa perdana menteri "memberi penghargaan kepada Hamas".

"Hamas telah mengatakan ini adalah kemenangan bagi mereka dan kejahatan yang mereka lakukan pada 7 Oktober", ujarnya.

"Ini bukan cara bermain yang benar, ini bukan apa yang harus dilakukan jika ingin mencapai solusi dua negara."

Ed Davey, pemimpin Partai Demokrat Liberal, mengatakan kepada Breakfast bahwa langkah tersebut merupakan "jalan penting" menuju solusi dua negara, tetapi "ini baru langkah pertama".

"Kita perlu menekan pemerintahan Netanyahu untuk menghentikan pembunuhan, membawa makanan bagi rakyat Gaza, dan juga mengeluarkan para sandera."

Pekan lalu, komisi penyelidikan PBB menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Menakjubkan! Detik-Detik...
Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami
Rekomendasi
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved