Hamas Puji 4 Negara Barat Akui Negara Palestina: Ini Hasil Perjuangan Rakyat Kami

Senin, 22 September 2025 - 09:48 WIB
loading...
Hamas Puji 4 Negara...
Hamas puji empat negara Barat, yakni Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal karena resmi mengakui Negara Palestina. Foto/Hassan Jedi/Anadolu
A A A
GAZA - Hamas memuji pengakuan Negara Palestina oleh empat negara Barat; Kerajaan Inggris, Kanada, Portugal, dan Australia dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Minggu. Menurut kelompok tersebut, pengakuan oleh empat negara itu merupakan langkah penting.

"Pengakuan ini merupakan langkah penting dalam mempertahankan hak rakyat Palestina atas tanah dan tempat-tempat sucinya, dan untuk mendirikan negara merdeka mereka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," kata Hamas, seperti dikutip The Jerusalem Post, Senin (22/9/2025).

Kelompok perlawanan Palestina itu melanjutkan, "Ini hasil yang pantas dari perjuangan rakyat kami".

Baca Juga: Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina dalam Langkah Bersejarah

Menurut mereka, penghentian perang Israel di Gaza, yang mereka sebut sebagai "genosida brutal", harus menyusul deklarasi tersebut.

Hamas juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghadapi rencana aneksasi dan Yudaisasi di Tepi Barat dan Yerusalem oleh Israel, serta menyerukan isolasi Israel sembari menempuh tindakan hukuman.

Negara-negara lain, termasuk Prancis, diperkirakan akan mengikuti jejak Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal dalam mengakui Negara Palestina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Kamis lalu bahwa mengakui Negara Palestina akan mengisolasi Hamas.

“Mengakui Negara Palestina sama saja dengan memutuskan untuk mengatakan, 'Perspektif sah rakyat Palestina dan penderitaan mereka saat ini tidak ada hubungannya dengan Hamas',” kata Macron.

Baca Juga: Ini Respons Sinis Israel setelah Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina

"Pengakuan Negara Palestina adalah cara terbaik untuk mengisolasi Hamas," imbuh Macron.

Sebaliknya, Israel merespons sinis pengumuman Inggris, Kanada, dan Australia yang resmi mengakui Negara Palestina. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh ketiga negara itu "memberikan hadiah kepada kelompok teror".

Dalam sebuah pernyataan, PM Netanyahu mengatakan, "Tidak akan ada negara Palestina. Tanggapan atas upaya terbaru untuk memaksakan negara teror di jantung tanah kami akan diberikan setelah saya kembali dari Amerika Serikat."

"Saya memiliki pesan yang jelas kepada para pemimpin yang mengakui Negara Palestina setelah pembantaian 7 Oktober yang mengerikan: Anda menghadiahi teror dengan hadiah yang sangat besar. Dan saya punya pesan lain untuk Anda: Itu tidak akan terjadi. Tidak akan ada Negara Palestina di sebelah barat Sungai Yordan," imbuh dia, seperti dikutip Reuters.

Mengulangi penentangannya yang telah lama ada terhadap Negara Palestina, Netanyahu berjanji untuk terus memperluas permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

"Selama bertahun-tahun, saya telah mencegah pembentukan negara teror tersebut, melawan tekanan luar biasa, baik dari dalam maupun luar negeri. Kami telah melakukan ini dengan tekad dan kenegarawanan yang cerdik. Lebih dari itu, kami telah menggandakan permukiman Yahudi di Yudea dan Samaria, dan kami akan melanjutkan langkah ini," kata Netanyahu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Saat Negeri Hoki Demam...
Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
4 Alasan Palestina Optimis...
4 Alasan Palestina Optimis Akan Segera Menjadi Negara Merdeka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved