Putin Sebut Pemimpin Rusia Berikutnya Harus Veteran Perang Ukraina

Jum'at, 19 September 2025 - 08:28 WIB
loading...
A A A
"Orang-orang seperti itu harus dipromosikan ke posisi kepemimpinan. Mereka akan menjadi penerus kita. Ini adalah sesuatu yang perlu kita pikirkan. Dan terima kasih telah mengajukan orang-orang seperti itu," ujarnya.

Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022 dan telah mengerahkan ratusan ribu orang untuk bertempur, bahkan membebaskan tahanan dari hukuman mereka lebih awal untuk bertugas di garis depan yang melelahkan.

Rusia tidak secara teratur mempublikasikan angka kerugian pasukannya, tetapi BBC dan media independen Rusia; Mediazona, memperkirakan setidaknya 130.150 personel sejauh ini.

Mereka yang selamat terkadang pulang dengan trauma yang mendalam, menciptakan gelombang baru masalah sosial yang harus ditangani negara Rusia, termasuk kejahatan kekerasan, dalam upayanya untuk mengintegrasikan kembali para veteran.

"Secara keseluruhan, mungkin lebih dari 1,5 juta pria dan wanita Rusia telah berpartisipasi dalam perang pada awal tahun 2025," ujar Mark Galeotti, pakar Rusia asal Inggris yang menulis laporan tentang isu ini untuk Inisiatif Global melawan Kejahatan Terorganisir Transnasional, kepada Reuters.

"Seiring semakin banyaknya veteran yang didemobilisasi dan kembali ke tanah air, Rusia akan menghadapi gelombang veteran...yang menanggung dampak psikologis perang," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved