Genosida di Gaza Kian Menggila, Komisi Eropa Ancam Bekukan Pakta Perdagangan Bebas dengan Israel
Kamis, 18 September 2025 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
"Meskipun terlalu lambat, situasinya terus berubah ke arah yang benar," ujar Francavilla kepada MEE.
"Von der Leyen, politisi konservatif Jerman, sekutu setia Israel, akhirnya mengakui kegagalan dialog dan secara resmi mengusulkan langkah-langkah; Parlemen Eropa, meskipun mayoritas berhaluan kanan dan pro-Israel, telah mendukung langkah-langkah tersebut dalam satu resolusi pekan lalu," tambahnya.
Sekelompok negara Uni Eropa telah mengambil langkah sepihak terhadap Israel selama beberapa bulan terakhir sementara blok tersebut secara keseluruhan berkeberatan.
Awal bulan ini, Spanyol melarang Ben Gvir dan Smotrich memasuki negara itu, dan Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan sembilan langkah sedang diambil yang katanya bertujuan mencegah genosida Israel di Gaza.
Langkah-langkah tersebut termasuk embargo senjata penuh terhadap Israel dan pelarangan masuknya pejabat Israel yang diduga terlibat dalam genosida.
Dalam pertemuan mereka pada pertengahan Juli, 27 menteri luar negeri Uni Eropa gagal menyepakati penangguhan perjanjian asosiasi. Mereka juga gagal menyepakati sembilan langkah lain yang mungkin dilakukan terhadap Israel setelah ditemukan pelanggaran ketentuan hak asasi manusia dalam perjanjian perdagangan tersebut.
Langkah-langkah yang seharusnya disepakati meliputi penangguhan penuh perjanjian tersebut, penangguhan ketentuan perdagangan preferensialnya, embargo senjata, sanksi terhadap menteri Israel, dan pelarangan perdagangan dengan permukiman Israel di Palestina yang diduduki.
Slovenia bulan lalu menjadi negara Uni Eropa pertama yang mengambil tindakan secara independen, dengan memberlakukan embargo senjata penuh terhadap Israel.
Kemudian pada bulan Agustus, Jerman mengumumkan penangguhan ekspor militer ke Israel yang dapat digunakan di Gaza, sebagai tanggapan atas rencana Israel untuk menduduki sepenuhnya daerah kantong Palestina tersebut.
Swedia dan Belanda juga telah meminta Uni Eropa menangguhkan perjanjian dengan Israel atas pengepungan Gaza yang berkelanjutan dan larangannya terhadap operasi bantuan kemanusiaan PBB.
Namun, Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp mengundurkan diri bulan lalu dengan alasan kegagalan pemerintahnya menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Israel.
Baca juga: Tebar Teror dan Kehancuran, Israel Banjiri Kota Gaza dengan Robot Bom Kendali Jarak Jauh
"Von der Leyen, politisi konservatif Jerman, sekutu setia Israel, akhirnya mengakui kegagalan dialog dan secara resmi mengusulkan langkah-langkah; Parlemen Eropa, meskipun mayoritas berhaluan kanan dan pro-Israel, telah mendukung langkah-langkah tersebut dalam satu resolusi pekan lalu," tambahnya.
Sekelompok negara Uni Eropa telah mengambil langkah sepihak terhadap Israel selama beberapa bulan terakhir sementara blok tersebut secara keseluruhan berkeberatan.
Awal bulan ini, Spanyol melarang Ben Gvir dan Smotrich memasuki negara itu, dan Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan sembilan langkah sedang diambil yang katanya bertujuan mencegah genosida Israel di Gaza.
Langkah-langkah tersebut termasuk embargo senjata penuh terhadap Israel dan pelarangan masuknya pejabat Israel yang diduga terlibat dalam genosida.
Dalam pertemuan mereka pada pertengahan Juli, 27 menteri luar negeri Uni Eropa gagal menyepakati penangguhan perjanjian asosiasi. Mereka juga gagal menyepakati sembilan langkah lain yang mungkin dilakukan terhadap Israel setelah ditemukan pelanggaran ketentuan hak asasi manusia dalam perjanjian perdagangan tersebut.
Langkah-langkah yang seharusnya disepakati meliputi penangguhan penuh perjanjian tersebut, penangguhan ketentuan perdagangan preferensialnya, embargo senjata, sanksi terhadap menteri Israel, dan pelarangan perdagangan dengan permukiman Israel di Palestina yang diduduki.
Slovenia bulan lalu menjadi negara Uni Eropa pertama yang mengambil tindakan secara independen, dengan memberlakukan embargo senjata penuh terhadap Israel.
Kemudian pada bulan Agustus, Jerman mengumumkan penangguhan ekspor militer ke Israel yang dapat digunakan di Gaza, sebagai tanggapan atas rencana Israel untuk menduduki sepenuhnya daerah kantong Palestina tersebut.
Swedia dan Belanda juga telah meminta Uni Eropa menangguhkan perjanjian dengan Israel atas pengepungan Gaza yang berkelanjutan dan larangannya terhadap operasi bantuan kemanusiaan PBB.
Namun, Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp mengundurkan diri bulan lalu dengan alasan kegagalan pemerintahnya menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Israel.
Baca juga: Tebar Teror dan Kehancuran, Israel Banjiri Kota Gaza dengan Robot Bom Kendali Jarak Jauh
(sya)
Lihat Juga :