Genosida di Gaza Kian Menggila, Komisi Eropa Ancam Bekukan Pakta Perdagangan Bebas dengan Israel

Kamis, 18 September 2025 - 12:20 WIB
loading...
Genosida di Gaza Kian...
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen. Foto/tehran times
A A A
BRUSSEL - Komisi Eropa mengumumkan proposal untuk menangguhkan perdagangan bebas dengan Israel dan memberikan sanksi kepada dua menteri Israel. Langkah ini akan menjadi pukulan telak bagi hubungan Israel-Uni Eropa.

"Peristiwa mengerikan yang terjadi di Gaza setiap hari harus dihentikan," ujar Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen pada hari Rabu (17/9/2025) setelah menyampaikan proposal tersebut kepada Dewan Uni Eropa.

Dia menegaskan, "Perlu ada gencatan senjata segera, akses tanpa batas untuk semua bantuan kemanusiaan, dan pembebasan semua sandera yang disandera oleh Hamas."

Langkah ini diambil sehari setelah pasukan Israel melancarkan serangan darat di Kota Gaza dan penyelidikan besar-besaran PBB menegaskan Israel bersalah atas genosida.

Komisi mengusulkan penangguhan pilar terkait perdagangan dari Perjanjian Asosiasi Israel-Uni Eropa, perjanjian yang telah berlangsung selama beberapa dekade yang mengatur hubungan politik dan diplomatik antara kedua belah pihak.

Komisaris Perdagangan Maros Sefcovic mengatakan pada hari Rabu bahwa jika mayoritas yang memenuhi syarat tercapai, Uni Eropa akan mengenakan tarif sebesar 230 juta euro (USD166 juta) terhadap 37% dari 15,9 miliar euro impor Uni Eropa dari Israel, alih-alih perdagangan bebas.

Israel adalah mitra dagang terbesar Uni Eropa. Pada tahun 2024, perdagangan Uni Eropa-Israel mencapai rekor 42,6 miliar euro, di mana 37% merupakan "perlakuan istimewa", menurut Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas.

"Jadi, langkah ini jelas akan berdampak tinggi bagi Israel," ujar Kallas kepada Euronews pada hari Selasa.

Terlepas dari proposal tersebut, Komisi juga membekukan dukungan bilateralnya kepada Israel, kecuali dukungan kepada masyarakat sipil dan Yad Vashem, menurut pernyataan resmi.

Hal ini memengaruhi jutaan dana yang direncanakan untuk Israel, menghentikan dukungan keuangan langsung maupun proyek kerja sama kelembagaan.

Berdasarkan kerangka anggaran saat ini, Israel dijadwalkan menerima sekitar 6 juta euro per tahun antara tahun 2025 dan 2027.

Selain itu, proyek-proyek senilai sekitar 14 juta euro, termasuk inisiatif kemitraan dan kerja sama regional yang terkait dengan Perjanjian Abraham, akan ditangguhkan.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengecam proposal tersebut sebagai "terdistorsi secara moral dan politik".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved