Tebar Teror dan Kehancuran, Israel Banjiri Kota Gaza dengan Robot Bom Kendali Jarak Jauh

Kamis, 18 September 2025 - 08:09 WIB
loading...
Tebar Teror dan Kehancuran,...
Kendaraan militer Israel yang membawa bom berkekuatan tinggi, pengangkut personel lapis baja M113, terlihat di Gaza. Foto/X
A A A
GAZA - Militer Israel sedang bersiap mengerahkan sejumlah besar kendaraan bermuatan bahan peledak yang dikendalikan dari jarak jauh ke Kota Gaza. Kabar itu diungkap kantor berita Walla di tengah upaya Zionis menduduki Kota Gaza.

Dikenal di Gaza sebagai "robot jebakan", kendaraan-kendaraan ini adalah pengangkut personel lapis baja (APC) using yang dilengkapi dengan bahan peledak, dan dioperasikan dari jarak jauh oleh pasukan Israel.

Mereka dikerahkan jauh ke dalam wilayah perkotaan sebelum diledakkan, menyebabkan ledakan besar dan kerusakan yang meluas.

Praktik ini disebut oleh militer Israel sebagai "APC bunuh diri".

Kantor berita Israel, Walla, melaporkan pada hari Selasa bahwa militer telah menempatkan sejumlah besar APC usang ini di sepanjang perbatasan Gaza, mengubahnya menjadi "bahan peledak mega" untuk digunakan dalam serangan daratnya, yang dimulai pada hari Selasa.

Awal bulan ini, Jerusalem Post mengatakan penggunaan APC M113 lama telah meningkat tiga kali lipat di bawah perintah Kepala Komando Selatan, Yaniv Asor.

Menurut media Israel, ledakan tersebut begitu dahsyat sehingga beberapa di antaranya terdengar hingga ke Israel tengah.

Warga Palestina mengatakan ledakan tersebut "mengguncang bumi" dan menyebabkan teror serta kehancuran yang meluas.

"Daya ledaknya sangat dahsyat. Ledakan tersebut menghancurkan seluruh bangunan hingga menjadi puing-puing," ujar Hamza Shabaan, warga Kota Gaza yang menyaksikan ledakan robot tersebut, kepada Middle East Eye.

Dia menegaskan, "Jauh lebih dahsyat daripada serangan udara."

Sebanyak 100 robot peledak digunakan di daerah padat penduduk antara 13 Agustus dan 3 September saja, menurut Kantor Media Pemerintah yang berbasis di Gaza.

Lembaga nirlaba Euro-Mediterranean Human Rights Monitor melaporkan sekitar 300 unit hunian hancur setiap hari akibat ledakan ini.

“Penggunaan robot-robot ini terjadi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan strategi untuk menghapus kota ini dari peta," papar Euro-Med Monitor.

"Temui senjata paling distopia Israel yang digunakan untuk meneror warga Gaza agar mengungsi ke selatan: Kendaraan APC yang dialihfungsikan menjadi bom raksasa robotik," ujar peneliti Palestina Muhammad Shehada di X.

Dia menjelaskan, "Tentara Israel telah menyerbu kota Gaza dengan APC tersebut untuk mengebom permukiman yang padat penduduk tanpa pandang bulu dan menciptakan kekacauan."

Pembongkaran dan Penghancuran


Metode ini bukanlah hal baru. APC bermuatan bahan peledak dilaporkan digunakan di seluruh Gaza selama bulan-bulan awal genosida, meskipun militer Israel awalnya membantah.

Kesaksian dari tentara sejak Juli 2024 mengonfirmasi pengerahan mereka.

Menurut laporan Maariv baru-baru ini, taktik ini pertama kali dikembangkan setelah perang Gaza 2014.

“Sejak saat itu, taktik ini menjadi metode operasi yang memungkinkan pembersihan jalan, pembongkaran bangunan, dan penghancuran infrastruktur musuh tanpa membuat pasukan rentan terhadap ancaman langsung," ungkap laporan itu.

Namun, bukan hanya "APC bunuh diri" yang dikerahkan di sepanjang perbatasan Gaza. Tentara Israel juga telah menempatkan puluhan kendaraan teknik berat, menurut Walla.

Ini mencakup peralatan sipil dan militer—beberapa di antaranya berlapis baja anti-rudal dan bahan peledak—yang dimaksudkan untuk mendukung pasukan darat dan menghancurkan "infrastruktur dan struktur yang mengancam".

"Dalam seminggu terakhir, puluhan kendaraan berat telah dipindahkan ke perbatasan Gaza," lapor Walla. "Sejumlah besar sudah berada di dalam. Lebih banyak lagi yang diperkirakan akan bergabung dalam beberapa hari mendatang."

Sumber militer mengatakan kepada media tersebut bahwa kendaraan-kendaraan tersebut "menunggu perintah untuk memasuki misi pusat dan sekunder".

Tentara dilaporkan menempatkan "kepentingan besar" pada mesin-mesin ini dan sedang berupaya agar mereka beroperasi penuh.

Peralatan yang diproduksi di Amerika Serikat tersebut baru-baru ini tiba di Israel setelah penundaan oleh pemerintahan Joe Biden. Pengirimannya kemudian disetujui di era Presiden Donald Trump.

Sejak awal perang, kendaraan-kendaraan ini, yang seringkali dioperasikan oleh para pemukim dan "pemuda puncak bukit" sayap kanan yang disewa untuk tugas tersebut, telah digunakan untuk secara sistematis menghancurkan rumah-rumah dan infrastruktur sipil di seluruh Jalur Gaza.

Baca juga: Upaya Pembunuhan Israel di Qatar, Pejabat Hamas Ungkap Kejadian Sebenarnya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Mengenal Penyakit Lyme,...
Mengenal Penyakit Lyme, Infeksi yang Diidap Bella Hadid hingga Sebabkan Gejala Kronis
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Kota dengan Durasi Puasa...
Kota dengan Durasi Puasa Ramadan Terlama dan Tersingkat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved