Negara NATO Batalkan Kontrak Senjata Israel Senilai Rp19 Triliun

Rabu, 17 September 2025 - 12:00 WIB
loading...
Negara NATO Batalkan...
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Foto/anadolu
A A A
MADRID - Spanyol membatalkan kontrak pertahanan senilai hampir USD1,18 miliar (Rp19 triliun) dengan perusahaan-perusahaan Israel. Itu menjadi kebijakan terkuatnya sejauh ini di bawah langkah-langkah yang baru diumumkan Perdana Menteri Pedro Sanchez terhadap Israel.

Media melaporkan hal itu pada hari Selasa (16/9/2025), mengutip sumber-sumber pemerintah.

Langkah ini menyusul janji Sanchez pekan lalu untuk mengesahkan larangan penjualan dan pembelian senjata dari Israel terkait serangannya di Gaza.

Kementerian Pertahanan dilaporkan telah membatalkan kontrak senilai USD826 juta untuk 12 peluncur roket SILAM dan kontrak senilai USD339 juta untuk 168 rudal anti-tank Spike L.R. Sistem SILAM, yang berbasis pada platform Elbit PULS Israel, seharusnya dibangun oleh konsorsium Spanyol, menurut kantor berita EFE.

Pembatalan tersebut diperkirakan akan rampung pekan depan karena Madrid dilaporkan bersiap melepaskan diri secara militer dan teknologi dari Israel sambil mencari pemasok alternatif.

Keputusan ini muncul di tengah gencarnya serangan Israel ke Kota Gaza. Kabinet keamanan menyetujui rencana tersebut bulan lalu, dengan tujuan menjadikan kota tersebut – salah satu dari sedikit wilayah yang tidak berada di bawah kendali IDF – di bawah pendudukan penuh.

Sanchez adalah salah satu kritikus Israel yang paling keras di Eropa dan menuduh negara Yahudi itu melakukan "kekejaman dan genosida" di Gaza.

Ia mengumumkan sembilan langkah untuk mengakhiri "keterlibatan" Spanyol, termasuk embargo senjata permanen, larangan menteri Israel yang ekstremis, penangguhan kerja sama militer, pembatasan impor permukiman, dan perluasan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Beberapa negara di Eropa dan sekitarnya juga telah mengambil langkah untuk menangguhkan atau membatasi ekspor senjata ke Israel.

Italia, Belgia, Belanda, Jepang, dan Slovenia telah memberlakukan larangan penuh atau sebagian, sementara Jerman menyatakan tidak akan lagi menyetujui ekspor yang dapat digunakan di Gaza.

Sementara itu, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB mengatakan pada hari Selasa bahwa kampanye Israel merupakan genosida, dengan menyebutkan niat untuk menghancurkan warga Palestina melalui tindakan yang didefinisikan dalam Konvensi Genosida 1948.

Israel juga menghadapi kasus genosida terpisah di Mahkamah Internasional. Rezim Zionis telah membunuh lebih dari 65.000 warga Palestina di Gaza.

Baca juga: Presiden Mesir Sisi Sebut Israel Musuh, Pertama Sejak Anwar Sadat Kunjungi Yerusalem
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved