Israel Lancarkan Serangan Darat di Kota Gaza, Puluhan Ribu Tentara Dikerahkan
Selasa, 16 September 2025 - 18:00 WIB
loading...
Asap mengepul dari Harmony Tower, tepat setelah dibom pasukan Israel di Kota Gaza bagian barat, Gaza pada 10 September 2025. Foto/anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan Pasukan Israel (IDF) mengumumkan pada hari Selasa (16/9/2025) bahwa Israel melancarkan serangan darat di Kota Gaza. Pernyataan Netanyahu itu muncul pada sidang pembukaan persidangan korupsinya.
Netanyahu meminta dibebaskan dari kesaksian di pengadilan korupsi karena "hal-hal penting yang sedang terjadi." Dia menyatakan, “IDF telah memulai operasi intensif di Kota Gaza."
Militer kemudian mengonfirmasi dua divisi IDF, yang berjumlah puluhan ribu tentara, telah memulai operasi darat yang diperluas semalam ketika tentara memasuki "tahap baru" kampanyenya melawan Hamas.
IDF mengatakan divisi ke-162 dan ke-98 memimpin serangan dan divisi ke-36 akan bergabung dalam beberapa hari mendatang.
Eskalasi ini menyusul persetujuan Kabinet Keamanan Israel bulan lalu atas rencana untuk merebut Kota Gaza – salah satu dari sedikit wilayah yang tidak berada di bawah kendali IDF.
Ini merupakan langkah yang dapat membuka jalan bagi pengambilalihan penuh atas wilayah kantong Palestina tersebut.
Meskipun serangan darat telah diantisipasi pada bulan Oktober, fase awal ofensif, yang dijuluki 'Kereta Perang Gideon B', dimulai beberapa pekan yang lalu dengan serangan intensif terhadap posisi-posisi yang diduga milik Hamas, termasuk menara-menara tinggi, serta serangan darat di pinggiran Kota Gaza dan beberapa permukiman di sebelah barat.
Media Palestina melaporkan serangan besar-besaran di Kota Gaza dan sekitarnya pada Senin malam, dengan beberapa media mengklaim tank-tank IDF telah masuk.
“Lebih dari 40% dari sekitar satu juta penduduk Kota Gaza telah meninggalkan kota demi keselamatan mereka dan keselamatan orang-orang yang mereka cintai," ujar juru bicara IDF berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee.
Ia mengonfirmasi militer Israel "telah mulai menghancurkan infrastruktur Hamas di Kota Gaza," menandai dimulainya ofensif besar-besaran di wilayah tersebut.
"Kota Gaza dianggap sebagai zona pertempuran berbahaya, tinggal di area tersebut akan menempatkan Anda dalam risiko," ujar Adraee memperingatkan dalam unggahan di X.
Warga sipil telah diinstruksikan untuk segera mengungsi dan bergerak menuju zona kemanusiaan yang ditetapkan Israel di selatan Jalur Gaza.
Perkiraan IDF dari tadi malam menunjukkan lebih dari 350.000 warga Palestina telah dipaksa mengungsi dari Kota Gaza.
Baca juga: Menlu Turki: Israel Berusaha Ekspansi Menjadi Israel Raya
Netanyahu meminta dibebaskan dari kesaksian di pengadilan korupsi karena "hal-hal penting yang sedang terjadi." Dia menyatakan, “IDF telah memulai operasi intensif di Kota Gaza."
Militer kemudian mengonfirmasi dua divisi IDF, yang berjumlah puluhan ribu tentara, telah memulai operasi darat yang diperluas semalam ketika tentara memasuki "tahap baru" kampanyenya melawan Hamas.
IDF mengatakan divisi ke-162 dan ke-98 memimpin serangan dan divisi ke-36 akan bergabung dalam beberapa hari mendatang.
Eskalasi ini menyusul persetujuan Kabinet Keamanan Israel bulan lalu atas rencana untuk merebut Kota Gaza – salah satu dari sedikit wilayah yang tidak berada di bawah kendali IDF.
Ini merupakan langkah yang dapat membuka jalan bagi pengambilalihan penuh atas wilayah kantong Palestina tersebut.
Meskipun serangan darat telah diantisipasi pada bulan Oktober, fase awal ofensif, yang dijuluki 'Kereta Perang Gideon B', dimulai beberapa pekan yang lalu dengan serangan intensif terhadap posisi-posisi yang diduga milik Hamas, termasuk menara-menara tinggi, serta serangan darat di pinggiran Kota Gaza dan beberapa permukiman di sebelah barat.
Media Palestina melaporkan serangan besar-besaran di Kota Gaza dan sekitarnya pada Senin malam, dengan beberapa media mengklaim tank-tank IDF telah masuk.
“Lebih dari 40% dari sekitar satu juta penduduk Kota Gaza telah meninggalkan kota demi keselamatan mereka dan keselamatan orang-orang yang mereka cintai," ujar juru bicara IDF berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee.
Ia mengonfirmasi militer Israel "telah mulai menghancurkan infrastruktur Hamas di Kota Gaza," menandai dimulainya ofensif besar-besaran di wilayah tersebut.
"Kota Gaza dianggap sebagai zona pertempuran berbahaya, tinggal di area tersebut akan menempatkan Anda dalam risiko," ujar Adraee memperingatkan dalam unggahan di X.
Warga sipil telah diinstruksikan untuk segera mengungsi dan bergerak menuju zona kemanusiaan yang ditetapkan Israel di selatan Jalur Gaza.
Perkiraan IDF dari tadi malam menunjukkan lebih dari 350.000 warga Palestina telah dipaksa mengungsi dari Kota Gaza.
Baca juga: Menlu Turki: Israel Berusaha Ekspansi Menjadi Israel Raya
(sya)
Lihat Juga :