5 Alasan Negara-negara Arab Sulit Bersatu Melawan Israel

Selasa, 16 September 2025 - 14:19 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: AS Tunjukkan Sistem Rudal Typhon di Jepang untuk Pertama Kalinya, Senjata yang Bikin China Marah

3. Tak Berani Menghukum Israel di ICC

Hasan Alhasan, peneliti senior untuk Kebijakan Timur Tengah di Institut Internasional untuk Studi Strategis di Bahrain, mengatakan negara-negara Teluk sebelumnya tidak berpartisipasi secara signifikan dalam proses hukum terhadap Israel di pengadilan internasional (ICC), dan hal itu dapat berubah.

“Negara-negara Teluk sejauh ini belum memainkan peran kunci dalam mendukung upaya-upaya ini, baik secara politik maupun finansial. Negara-negara Teluk dapat secara kolektif memutuskan untuk bergabung dalam kasus-kasus tersebut,” ujarnya.

Pilihan lainnya adalah Qatar menarik diri dari perannya sebagai mediator utama antara AS dan beberapa musuhnya, kata para analis.

4. Terikat Perjanjian Pertahanan Bersama

Negara-negara Teluk telah mengalami perselisihan internal yang signifikan selama bertahun-tahun, tetapi tetap terikat oleh perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani beberapa dekade lalu.

Abdulaziz Sager, ketua Pusat Penelitian Teluk yang berbasis di Arab Saudi, mengatakan negara-negara Teluk Arab dapat mengaktifkan dan memperluas "Pasukan Perisai Semenanjung" – sebuah pakta militer era 1980-an yang bertujuan untuk mencegah serangan.

“Klausul-klausul ini sejauh ini masih teoretis,” kata Alhasan, tetapi “sekarang mereka dapat mengaktifkannya, dengan menciptakan komando Teluk yang terpadu, mengintegrasikan sistem pertahanan udara dan rudal, membangun kemampuan yang lebih independen dan inovatif.”

5. Terlalu Bergantung dengan AS

Sebagian besar dari tujuh negara Teluk bergantung pada perangkat keras militer AS dan menjadi tuan rumah pangkalan-pangkalan Amerika, tetapi kegagalan Amerika yang dirasakan baru-baru ini untuk mempertahankan wilayah mereka dapat mendorong negara-negara Arab untuk mendiversifikasi kemampuan pertahanan mereka atau menuntut jaminan keamanan AS yang lebih kuat.

Sager mengatakan serangan Israel dapat mendorong kawasan Teluk untuk “memasuki dialog yang serius dan terstruktur” dengan pemerintahan Trump mengenai ketentuan kemitraan keamanan mereka, dan untuk “bergerak lebih jauh” dari sekadar membeli senjata dari AS dan “menuju jaminan pertahanan yang lebih jelas.” Ini dapat mencakup akuntabilitas ketika “komitmen AS tampak tidak ada atau ambigu.”

Namun, upaya untuk mencapai konsensus regional mungkin terkendala oleh persaingan kepentingan domestik di antara negara-negara Teluk yang masih waspada terhadap risiko membahayakan hubungan mereka dengan AS di bawah pemerintahan Trump yang selama ini merupakan pendukung terbesar Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Terungkap! Israel Sudah...
Terungkap! Israel Sudah Siapkan Perang Berhari-hari Lawan Iran, Panggil Tentara Cadangan
Rekomendasi
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved