5 Alasan Negara-negara Arab Sulit Bersatu Melawan Israel

Selasa, 16 September 2025 - 14:19 WIB
loading...
A A A
“Negara-negara Teluk kini menyadari bahwa mereka tidak sepenuhnya siap untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Israel, karena keamanan nasional mereka bergantung pada kemitraan pertahanan dengan AS – yang memiliki kebijakan pertahanan luar negeri yang eksplisit yang memberi Israel keunggulan militer kualitatif,” ujar Alhasan.

6. Mengutamakan Ekonomi Nasional

Pendapatan triliunan dolar yang diperoleh setiap tahun dari ekspor minyak dan gas kawasan ini diinvestasikan secara strategis dalam aset global, yang sebagian memanfaatkan kekuatan lunak kawasan ini untuk mengamankan pengaruh di pusat-pusat pengambilan keputusan utama dunia.

Negara-negara Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan UEA dapat memanfaatkan dana kekayaan kedaulatan mereka yang besar untuk memberlakukan pembatasan perdagangan terhadap Israel.

“Mereka dapat memutuskan untuk menggunakan dana mereka untuk memboikot perusahaan-perusahaan yang memiliki saham signifikan dalam ekonomi Israel,” kata Alhasan.

Arab Saudi, UEA, dan Qatar secara kolektif berjanji untuk berinvestasi sekitar tiga triliun dolar dalam perekonomian AS ketika Trump mengunjungi kawasan tersebut dalam kunjungan luar negeri pertamanya selama masa jabatan keduanya sebagai presiden.

"Triliunan dolar yang digelontorkan negara-negara Teluk ke AS dalam dekade mendatang didasarkan pada kawasan Teluk yang aman dan terjamin yang juga dapat memperoleh manfaat dari investasi ini," kata al-Saif.

"Namun jika kita merasa tidak aman, yang terjadi berkat sekutu Amerika seperti Israel, uang itu dapat dialihkan ke tempat lain, entah untuk mengamankan Teluk dengan lebih baik atau mendapatkan imbal hasil yang lebih baik atas investasi mereka."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Angka 7 Tak Lagi Bersahabat...
Angka 7 Tak Lagi Bersahabat dengan Cristiano Ronaldo
Pimpinan BGN Audiensi...
Pimpinan BGN Audiensi dengan KPK, Budi Prasetyo: Bahas Pencegahan Korupsi
Berita Terkini
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved