Imigran Penggal Pria India di AS, Pemerintah Trump Salahkan Biden

Selasa, 16 September 2025 - 13:00 WIB
loading...
Imigran Penggal Pria...
Chandra Nagamalliah (kiri), pria India yang dipenggal imigran gelap asal Kuba di Dallas, Texas, AS. Foto/NDTV
A A A
DALLAS - Yordanis Cobos Martinez (37), seorang imigran gelap asal Kuba, telah membunuh seorang manajer motel asal India di Dallas, Texas, Amerika Serikat, pekan lalu. Korban, Chandra Nagamalliah, dipenggal di depan anak dan istrinya setelah berselisih dengan pelaku.

Martinez kini menghadapi deportasi. Mengecam pemenggalan korban, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS mengatakan tragedi mengerikan itu sebenarnya bisa dicegah sepenuhnya jika pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya tidak mengizinkan warga negara Kuba ilegal itu tinggal di Amerika.

"Monster keji ini memenggal kepala seorang pria di depan istri dan anaknya, lalu menendang kepala korban ke tanah. Pembunuhan brutal dan mengerikan terhadap korban di sebuah motel oleh Yordanis Cobos-Martinez ini sebenarnya bisa dicegah jika imigran ilegal kriminal ini tidak dibebaskan ke negara kita oleh Pemerintahan Biden, karena Kuba tidak akan menerimanya kembali," tulis DHS di X.

Baca Juga: Pria India Dipenggal di Depan Anak dan Istri di AS, Trump Janji Tegakkan Keadilan

DHS menggunakan contoh Martinez untuk membenarkan tindakan keras pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap imigrasi dan berkata, "Inilah tepatnya alasan kami mendeportasi imigran ilegal kriminal ke negara ketiga."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari 1930 hingga 2026, Negara Mana yang Terbanyak?
Rekomendasi
Run for Independence...
Run for Independence Day 81 Akan Digelar, MNC Life Berikan Perlindungan Jiwa bagi Seluruh Peserta
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Berita Terkini
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved