Tegang dengan China, Kapal Induk Nuklir AS Siap Latihan Perang Besar-besaran

loading...
Tegang dengan China, Kapal Induk Nuklir AS Siap Latihan Perang Besar-besaran
Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Ronald Reagan, dengan beberapa jet tempur di atas deknya. Foto/US Navy
A+ A-
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bersiap untuk latihan perang besar-besaran di dekat Guam ketika ketegangan dengan China terus memanas. Kapal induk bertenaga nuklir USS Ronald Reagan, beberapa kapal perang, 100 lebih pesawat dan 11.000 lebih personel militer akan dilibatkan dalam manuver tersebut.

Armada Pasifik AS pada hari Jumat mengumumkan bahwa latihan perang Angkatan Laut "Valiant Shield" kedelapan akan diadakan di lepas pantai Guam mulai 14 hingga 25 September. (Baca: Tegang dengan AS, Kapal Induk Pertama Buatan China Latihan Perang)

Beberapa kapal militer yang akan ambil bagian bersama kapal induk USS Ronald Reagan antara lain kapal serbu amfibi USS America, kapal transportasi dermaga amfibi USS New Orleans, kapal pendaratan dermaga USS Germantown, dan beberapa kapal militer lainnya.

Manuver Amerika ini juga akan menampilkan unsur-unsur dari Angkatan Udara, Angkatan Darat dan Korps Marinir. (Baca: China Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, Peringatan untuk AS)



"Latihan seperti Valiant Shield memungkinkan pasukan AS kesempatan untuk mengintegrasikan konsep peperangan seperti operasi kelompok tempur semua domain dalam lingkungan pelatihan perang kelas atas bersama untuk terus meningkatkan kemampuan gabungan mematikan," kata direktur operasi maritim untuk Armada Pasifik AS, Laksamana Muda Michael Boyle, seperti dikutip SINDOnews.comdari keterangan pers resmi Angkatan Laut AS, Sabtu (12/9/2020).

“Sangat penting bagi kami untuk menunjukkan kepada sekutu dan mitra kami tentang komitmen kuat kami untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," lanjut Boyle. (Baca: Ini Senjata Terobosan AS Jika Perang dengan China di Laut China Selatan)

Latihan itu hanya berselang beberapa minggu setelah latihan tempur Rim of the Pacific (RIMPAC) yang diadakan di lepas pantai Hawaii dengan menampilkan Angkatan Laut dari hampir selusin negara.



Cakupan RIMPAC secara signifikan berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19, tetapi Angkatan Laut AS mencatat dalam rilisnya bahwa dalam koordinasi dengan personel medis militer dan personel kesehatan masyarakat, setiap aspek Valiant Shield 2020 telah dianalisis untuk memastikan langkah-langkah mitigasi yang tepat diambil untuk melawan Covid-19. (Baca juga: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan)

AS juga mengadakan beberapa latihan Angkatan Laut di Laut Filipina dan Laut China Selatan dalam beberapa bulan terakhir yang melibatkan tiga kapal induk yang berbeda—sebuah pesan yang jelas kepada China bahwa AS bermaksud untuk mendukung keberatannya terhadap klaim teritorial Beijing di Laut China Selatan dengan kekerasan.

Washington juga telah meningkatkan patroli pesawat pembom maritim dan menerbangkan beberapa misi pesawat mata-mata harian di perairan lepas pantai China.
(min)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top