Sudah Saatnya Aliansi Militer Negara-negara Islam Dibentuk, Berikut 5 Faktanya

Senin, 15 September 2025 - 09:42 WIB
loading...
A A A
Diskusi berfokus pada bagaimana badan semacam itu akan beroperasi, dengan Kairo menekankan bahwa badan tersebut harus dibentuk sesuai dengan demografi dan kapasitas militer negara-negara Arab yang berpartisipasi.

4. Sudah Diusulkan sejak 1 Dekade Lalu

Gagasan tersebut, yang pertama kali dilontarkan hampir satu dekade lalu, gagal terlaksana pada saat itu. Namun, laporan menunjukkan bahwa serangan Israel baru-baru ini terhadap para pemimpin Hamas di Qatar telah memunculkan kembali usulan tersebut. Para pejabat Mesir kini tengah mencari dukungan dari negara-negara Arab lainnya untuk memajukan inisiatif tersebut.

Sumber yang dikutip oleh Al-Akhbar menekankan bahwa pertimbangan regional dan politik juga akan berperan, dengan mencatat kemungkinan keterlibatan pasukan dari Maroko dan Aljazair.

“Mekanisme tersebut harus memungkinkan pengerahan pasukan saat dibutuhkan, dan harus dibentuk sedemikian rupa sehingga mencerminkan komposisi negara-negara Arab dan angkatan bersenjata mereka, sekaligus menyeimbangkan politik regional,” kata pejabat tersebut.

5. Mesir Siap Jadi Pemimpin Aliansi Militer Negara islam

Poin negosiasi lainnya adalah bagaimana tanggung jawab komando akan dibagi. Sumber tersebut mengatakan Mesir bermaksud memegang posisi komando tertinggi, sementara posisi kedua akan diberikan kepada Arab Saudi atau negara Teluk lainnya. Hal ini mencerminkan upaya Kairo untuk mengamankan peran utama dalam setiap pengaturan pertahanan kolektif sekaligus memberikan posisi yang menonjol kepada monarki-monarki Teluk.

Meskipun masih dalam tahap diskusi, inisiatif ini menandakan upaya Mesir untuk memposisikan dirinya di pusat kerangka kerja keamanan baru bagi dunia Arab. Waktu dimulainya kembali dorongan ini, yang datang beberapa hari setelah serangan Israel di Doha, telah menambah urgensi upaya Kairo untuk menggalang dukungan di antara mitra-mitra regionalnya.

Belum ada konfirmasi resmi langsung dari Kairo. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, dikutip di media Arab yang mengkritik proposal yang dilaporkan tersebut sebagai pukulan bagi kerangka kerja perdamaian yang ada.

"Laporan tentang usulan Mesir untuk membentuk pasukan gabungan Arab sebagai respons atas serangan Israel merupakan pukulan telak bagi perjanjian damai," tulis Lapid di X/Twitter. "Laporan ini muncul tepat setelah pukulan telak bagi Perjanjian Abraham, yang terjadi tepat setelah mayoritas negara yang dulunya sekutu Israel memilih untuk mendirikan negara Palestina," pungkas Lapid.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved