Sudah Saatnya Aliansi Militer Negara-negara Islam Dibentuk, Berikut 5 Faktanya
Senin, 15 September 2025 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Qatar mengutuk serangan itu sebagai "tindakan pengecut" dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, memperingatkan bahwa mereka tidak akan menoleransi "perilaku sembrono" Israel.
Negara Teluk tersebut, bersama dengan AS dan Mesir, telah memainkan peran sentral dalam upaya mediasi untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.
Pada hari Kamis, anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan terhadap Qatar, dan mendesak semua pihak untuk "memanfaatkan kesempatan untuk perdamaian," namun tidak menyebutkan nama Israel.
Sumber-sumber tersebut termasuk surat kabar Al-Akhbar yang pro-Hizbullah di Lebanon, yang mengutip sumber pemerintah di Kairo.
Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London melaporkan bahwa Presiden Abdel Fattah al-Sisi sedang berupaya membangun kembali dukungan Arab untuk pasukan reaksi cepat yang dapat dikerahkan untuk melindungi negara Arab mana pun yang diserang, dan mengatakan bahwa proposal tersebut telah digulirkan dalam kontak diplomatik baru-baru ini menjelang pertemuan puncak tersebut. Media tersebut membingkai gagasan tersebut sebagai payung pertahanan, alih-alih eskalasi dengan Israel.
Surat kabar Palestina, Ma’an, memuat detail serupa dan mengatakan Kairo sedang membahas kontribusi sekitar 20.000 pasukan Mesir dan berupaya menempatkan seorang perwira bintang empat Mesir sebagai komandan, dengan Arab Saudi sebagai mitra utama jika rencana tersebut berjalan. Ma’an menyebut diskusi tersebut masih berlangsung.
Negara Teluk tersebut, bersama dengan AS dan Mesir, telah memainkan peran sentral dalam upaya mediasi untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.
Pada hari Kamis, anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan terhadap Qatar, dan mendesak semua pihak untuk "memanfaatkan kesempatan untuk perdamaian," namun tidak menyebutkan nama Israel.
3. Aliansi Militer Bergaya NATO
Mesir sedang berupaya menghidupkan kembali kekuatan militer gabungan Arab yang dimodelkan seperti NATO, menurut beberapa laporan berbahasa Arab pada hari Sabtu yang mengaitkan langkah tersebut dengan perang Israel-Hamas dan pertemuan puncak Arab-Islam yang diperkirakan akan diadakan di Doha pada hari Senin.Sumber-sumber tersebut termasuk surat kabar Al-Akhbar yang pro-Hizbullah di Lebanon, yang mengutip sumber pemerintah di Kairo.
Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London melaporkan bahwa Presiden Abdel Fattah al-Sisi sedang berupaya membangun kembali dukungan Arab untuk pasukan reaksi cepat yang dapat dikerahkan untuk melindungi negara Arab mana pun yang diserang, dan mengatakan bahwa proposal tersebut telah digulirkan dalam kontak diplomatik baru-baru ini menjelang pertemuan puncak tersebut. Media tersebut membingkai gagasan tersebut sebagai payung pertahanan, alih-alih eskalasi dengan Israel.
Surat kabar Palestina, Ma’an, memuat detail serupa dan mengatakan Kairo sedang membahas kontribusi sekitar 20.000 pasukan Mesir dan berupaya menempatkan seorang perwira bintang empat Mesir sebagai komandan, dengan Arab Saudi sebagai mitra utama jika rencana tersebut berjalan. Ma’an menyebut diskusi tersebut masih berlangsung.
Lihat Juga :