Terungkap, 2 Pria Australia Memasok Senjata ke KKB Papua Barat untuk Melawan Indonesia

Minggu, 14 September 2025 - 12:14 WIB
loading...
Terungkap, 2 Pria Australia...
Dua pria Australia didakwa memasok senjata ke KKB Papua Barat untuk melawan pasukan Indonesia. Foto/news.com.au
A A A
SYDNEY - Dua pria Australia telah didakwa memasok senjata api dan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua Barat untuk menyerang pasukan Indonesia. Kelompok itulah yang menculik pilot Selandia Baru, Phillip Mehrtens, dan menyanderanya selama hampir dua tahun.

Seorang pria asal Queensland berusia 44 tahun dan satu lagi asal New South Wales (NSW) berusia 64 tahun telah didakwa di pengadilan Australia atas penyelundupan persenjataan untuk Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)—sayap militer KKB Papua Barat. Sepak terjang kedua pria itu terungkap setelah investigasi tim gabungan otoritas keamanan Australia selama dua tahun.

Investigasi diluncurkan setelah anggota TPNPB menculik Mehrtens—pilot Susi Air—pada Februari 2023 di sebuah landasan udara terpencil di Provinsi Papua Barat, Indonesia.

Baca Juga: Ikut Campur Papua Barat, Batalion di PNG Siap Perang dengan Indonesia

Mehrtens saat itu terbiasa terbang masuk dan keluar Papua Barat sebagai pilot, tetapi diculik oleh TPNPB setelah mendaratkan pesawat kecil di Bandara Paro di Papua Barat.

Dia ditawan selama 592 hari sebelum dibebaskan pada September 2024.

Kedua pria Australia itu dituduh melakukan konspirasi luar biasa untuk menyelundupkan senjata dari Australia ke TPNPB, dan diduga membahas pengadaan senjata api militer Australia untuk kelompok tersebut.

Antara Maret hingga April 2024, pria asal NSW tersebut pergi ke Indonesia untuk bertemu dengan anggota TPNPB di Papua Barat dan diduga secara ilegal mengangkut teropong senapan optik ke Indonesia.

Penyidik kemudian menggerebek rumah kedua pria itu di Urunga, NSW dan Eagleby, Queensland pada November 2024. Identitas kedua pria itu tidak diungkap Polisi Federal Australia (AFP).

Sejumlah barang mencurigakan, termasuk 13,6 kg logam merkuri, disita dari rumah-rumah tersebut.

Pria asal NSW menghadapi dakwaan tambahan–masing-masing satu dakwaan konspirasi untuk memperdagangkan, penyediaan senjata ilegal, dan kepemilikan zat terlarang.

Sedangkan pria asal Queensland hanya didakwa dengan satu dakwaan kepemilikan bahan peledak, yang dapat dikenakan hukuman maksimal enam bulan penjara.

Keduanya akan dihadirkan di Pengadilan Magistrate Brisbane pada 17 Oktober 2025.

"Siapa pun yang terlibat dalam perdagangan senjata ilegal dari Australia dengan tujuan menyerahkannya ke tangan kelompok internasional harus diperingatkan," kata Asisten Komisaris AFP, Stephen Nutt.

"AFP bekerja sama erat dengan mitra internasional kami, termasuk Kepolisian Selandia Baru, untuk melindungi masyarakat dengan memberantas sindikat kriminal dan menyita senjata api ilegal dari masyarakat," ujarnya, seperti dikutip news.com.au, Minggu (14/9/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Jerman Kehabisan Senjata...
Jerman Kehabisan Senjata untuk Dipasok ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved