Ukraina Serang Salah Satu Situs Minyak Terbesar Rusia, Moskow Sebut Serangan Teroris

Minggu, 14 September 2025 - 06:18 WIB
loading...
Ukraina Serang Salah...
Ukraina serang salah satu kompleks penyulingan minyak terbesar Rusia dengan sebuah drone pada hari Sabtu. Foto/X via The Guardian
A A A
MOSKOW - Ukraina telah menyerang salah satu kompleks penyulingan minyak terbesar Rusia dengan sebuah drone pada hari Sabtu. Serangan ini memicu kebakaran hebat.

Kompleks tersebut, yang dimiliki oleh perusahaan minyak Rusia; Bashneft, terletak di pinggiran kota Ufa di Rusia tengah. Lokasinya berjarak sekitar 1.400 kilometer (870 mil) dari garis depan pertempuran Rusia-Ukraina.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan sebuah pesawat nirawak melayang menuju fasilitas minyak tersebut sebelum meledak menjadi bola api, mengirimkan kepulan asap ke langit.

Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Belanda Tembak Jatuh Drone Rusia di Polandia, Ini Respons Kremlin

"Hari ini, fasilitas Bashneft menjadi sasaran serangan teroris oleh pesawat nirawak jenis pesawat terbang," kata kepala wilayah Bashkortostan Rusia, Radiy Khabirov, di Telegram, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (14/9/2025).

Menurutnya, satu pesawat nirawak jatuh ke pabrik, sementara yang lain ditembak jatuh.

"Tidak ada korban jiwa atau cedera. Lokasi produksi mengalami kerusakan ringan, dan terjadi kebakaran, yang saat ini sedang dipadamkan," imbuh dia.

Sejak Moskow melancarkan serangan militer skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, Kyiv telah merespons dengan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia dalam upaya untuk mengekang kemampuan Kremlin mendanai perang tersebut.

Gelombang serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia selama musim panas menghantam kapasitas pemrosesan di beberapa lokasi utama dan mendorong kenaikan harga bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pada 2016, Kremlin menggambarkan kompleks kilang minyak Bashneft di Ufa sebagai salah satu yang terbesar di negara Rusia. Kompleks tersebut memproduksi lebih dari 150 jenis produk minyak.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak semua negara NATO untuk berhenti membeli minyak Rusia guna mengakhiri perang Ukraina. Dia juga mengenakan tarif kepada China atas pembelian minyak Moskow.

Trump Desak NATO Stop Beli Minyak Rusia


Trump mengunggah di Truth Social pada hari Sabtu sebuah surat yang diklaim dikirim ke NATO di mana dia mengatakan dirinya siap untuk menerapkan sanksi berat terhadap Rusia dengan syarat semua negara NATO berhenti membeli minyak Rusia.

Menurutnya, komitmen aliansi militer NATO untuk memenangkan perang di Ukraina "jauh di bawah 100%" dan pembelian minyak Rusia oleh beberapa anggota NATO adalah "mengejutkan."

"Ini sangat melemahkan posisi negosiasi Anda, dan daya tawar, atas Rusia," tulis Trump.

Sejak 2023, Turki, anggota NATO, telah menjadi pembeli minyak Rusia terbesar ketiga, setelah China dan India, menurut Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih.

Anggota lain dari aliansi yang beranggotakan 32 negara yang terlibat dalam pembelian minyak Rusia termasuk Hongaria dan Slovakia.

Surat Trump datang di saat yang menegangkan dalam konflik NATO setelah invasi beberapa pesawat nirawak Rusia baru-baru ini ke wilayah udara Polandia—anggota aliansi tersebut. Hal ini dipandang sebagai langkah eskalasi oleh Rusia, dan Polandia telah menembak jatuh beberapa pesawat nirawak tersebut.

Awal pekan ini, Trump meremehkan signifikansi insiden tersebut, dengan mengatakan bahwa invasi tersebut mungkin tidak disengaja. "Itu bisa saja sebuah kesalahan," ujarnya.

Trump kemudian mengeluarkan reaksi singkat di platform Truth Social miliknya: "Ada apa dengan Rusia yang melanggar wilayah udara Polandia dengan pesawat nirawak? Ini dia!"

Rusia telah membantah pesawat-pesawat nirawaknya melanggar wilayah udara Polandia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Rusia Serang Ukraina...
Rusia Serang Ukraina Besar-besaran dengan 120 Rudal dan 90 Drone
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved