5 Hari Dilanda Rusuh, Kondisi Jam Malam Dicabut, Nepal Kembali Normal

Sabtu, 13 September 2025 - 14:27 WIB
loading...
5 Hari Dilanda Rusuh,...
Jam malam dicabut di Nepal. Foto/X/@suzal_photo
A A A
KATHMANDU - Pihak berwenang pada hari Sabtu mencabut jam malam dan perintah pembatasan yang diberlakukan di Lembah Kathmandu dan wilayah lain di Nepal . Itu memungkinkan kehidupan sehari-hari berangsur-angsur kembali normal.

Perkembangan ini terjadi sehari setelah mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki pada hari Jumat menjadi perdana menteri perempuan pertama Nepal yang memimpin pemerintahan sementara, mengakhiri ketidakpastian politik selama berhari-hari setelah pemerintahan KP Sharma Oli terpaksa mundur akibat agitasi nasional yang dipicu oleh larangan media sosial.

Tidak ada perintah pembatasan atau jam malam pada hari Sabtu, kata seorang juru bicara Angkatan Darat Nepal.

Melansir NDTV, toko-toko, toko swalayan, pasar sayur, dan pusat perbelanjaan dibuka kembali setelah tutup selama berhari-hari, sementara lalu lintas mulai kembali lancar.

Baca Juga: Parlemen Nepal Dibubarkan, Pemilu akan Digelar Maret 2026

Gerakan bersih-bersih diluncurkan di beberapa tempat, termasuk gedung-gedung pemerintahan penting yang dirusak dan dibakar oleh para agitator selama gelombang protes kekerasan baru-baru ini.

Oli mengundurkan diri pada hari Selasa tak lama setelah ratusan agitator memasuki kantornya menuntut pengunduran dirinya atas tewasnya setidaknya 19 orang dalam aksi polisi selama protes hari Senin atas korupsi dan larangan media sosial. Larangan media sosial dicabut pada Senin malam.

Data terbaru dari kepolisian Nepal menunjukkan bahwa setidaknya 51 orang, termasuk seorang warga negara India, tewas dalam protes yang dipimpin oleh "Gen Z" yang dimulai pada hari Senin.

Tentara Nepal mengambil alih situasi keamanan setelah Oli mengundurkan diri sebagai perdana menteri.

Segera setelah mengambil alih situasi hukum dan ketertiban, Angkatan Darat mengeluarkan perintah larangan di Lembah Kathmandu dan wilayah lain di negara itu, sambil mengizinkan pergerakan publik pada waktu-waktu tertentu.

Karki ditunjuk sebagai perdana menteri sementara untuk memimpin Nepal melewati krisis politik dan mengawasi pemilihan umum baru.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved