Apakah Arab Saudi Juga akan Diserang Israel?
Jum'at, 12 September 2025 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu risiko konsekuensi jangka panjang memperkecil kemungkinan serangan berskala besar tanpa alasan yang menurut Israel tak terelakkan.
Skenario paling mungkin yang perlu diwaspadai bukanlah invasi atau serangan besar-besaran ke Saudi, melainkan operasi terukur: serangan drone/rudal terbatas terhadap target yang sangat spesifik (misalnya kelompok bersenjata atau fasilitas logistik) yang dipersepsikan sebagai ancaman langsung, atau tindakan rahasia oleh agen khusus.
Skenario ekstrem — serangan besar yang merusak sektor minyak atau ibu kota — akan membutuhkan alasan strategis sangat kuat dan mengabaikan biaya politik-ekonomi yang besar; oleh karena itu probabilitasnya relatif rendah kecuali terjadi eskalasi dramatis yang melibatkan serangan langsung terhadap Israel dari wilayah Saudi atau bukti kuat keterlibatan Riyadh dalam serangan terhadap warga Israel.
Jika serangan (apapun tingkatnya) terjadi terhadap Saudi, reaksi di dunia Arab dan internasional diperkirakan akan luas dan cepat: Riyadh bisa meminta dukungan militer dari mitra, negara-negara Teluk lainnya dapat menangguhkan normalisasi atau memperjuat front keamanan, dan aktor non-negara (misalnya kelompok proxy) bisa memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan serangan balik ke infrastruktur Israel atau sekutu Israel di kawasan.
Dengan kata lain, serangan terhadap Saudi memiliki potensi memicu perang yang lebih luas—faktor yang menjadi penghalang kuat terhadap tindakan semena-mena.
Berdasarkan analisis motif, kapabilitas, kendala strategis, dan konsekuensi geopolitik, skenario yang paling mungkin adalah Israel tidak akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Arab Saudi dalam kondisi normal; namun operasi terukur terhadap sasaran tertentu di wilayah Saudi tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya jika Tel Aviv menilai ada ancaman yang sangat konkret dan segera yang tidak bisa ditangani lewat cara lain.
Faktor-faktor penahan utama adalah: kemampuan pertahanan Saudi dan jaminan AS, risiko besar terhadap ekonomi global (minyak), implikasi politik regional dan internasional, serta fakta bahwa serangan semacam itu bisa merusak upaya diplomatik Israel di kawasan.
Namun dinamika perang, salah perhitungan, atau serangkaian insiden yang mempercepat eskalasi dapat mengubah probabilitas ini dengan cepat; situasi semacam itu menuntut pantauan berita dan analisis intelijen yang real-time.
Baca juga: Mesir Ancam Israel Jika Beraksi di Wilayahnya setelah Serangan Qatar
6. Skenario Plausibel Versus Skenario Ekstrem
Skenario paling mungkin yang perlu diwaspadai bukanlah invasi atau serangan besar-besaran ke Saudi, melainkan operasi terukur: serangan drone/rudal terbatas terhadap target yang sangat spesifik (misalnya kelompok bersenjata atau fasilitas logistik) yang dipersepsikan sebagai ancaman langsung, atau tindakan rahasia oleh agen khusus.
Skenario ekstrem — serangan besar yang merusak sektor minyak atau ibu kota — akan membutuhkan alasan strategis sangat kuat dan mengabaikan biaya politik-ekonomi yang besar; oleh karena itu probabilitasnya relatif rendah kecuali terjadi eskalasi dramatis yang melibatkan serangan langsung terhadap Israel dari wilayah Saudi atau bukti kuat keterlibatan Riyadh dalam serangan terhadap warga Israel.
7. Reaksi Regional dan Kemungkinan Eskalasi Berantai
Jika serangan (apapun tingkatnya) terjadi terhadap Saudi, reaksi di dunia Arab dan internasional diperkirakan akan luas dan cepat: Riyadh bisa meminta dukungan militer dari mitra, negara-negara Teluk lainnya dapat menangguhkan normalisasi atau memperjuat front keamanan, dan aktor non-negara (misalnya kelompok proxy) bisa memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan serangan balik ke infrastruktur Israel atau sekutu Israel di kawasan.
Dengan kata lain, serangan terhadap Saudi memiliki potensi memicu perang yang lebih luas—faktor yang menjadi penghalang kuat terhadap tindakan semena-mena.
Berdasarkan analisis motif, kapabilitas, kendala strategis, dan konsekuensi geopolitik, skenario yang paling mungkin adalah Israel tidak akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Arab Saudi dalam kondisi normal; namun operasi terukur terhadap sasaran tertentu di wilayah Saudi tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya jika Tel Aviv menilai ada ancaman yang sangat konkret dan segera yang tidak bisa ditangani lewat cara lain.
Faktor-faktor penahan utama adalah: kemampuan pertahanan Saudi dan jaminan AS, risiko besar terhadap ekonomi global (minyak), implikasi politik regional dan internasional, serta fakta bahwa serangan semacam itu bisa merusak upaya diplomatik Israel di kawasan.
Namun dinamika perang, salah perhitungan, atau serangkaian insiden yang mempercepat eskalasi dapat mengubah probabilitas ini dengan cepat; situasi semacam itu menuntut pantauan berita dan analisis intelijen yang real-time.
Baca juga: Mesir Ancam Israel Jika Beraksi di Wilayahnya setelah Serangan Qatar
(sya)
Lihat Juga :