Apakah Arab Saudi Juga akan Diserang Israel?

Jum'at, 12 September 2025 - 20:16 WIB
loading...
Apakah Arab Saudi Juga...
Pemandangan di kota Riyadh, Arab Saudi. Foto/wikipedia
A A A
RIYADH - Pertanyaan apakah Arab Saudi akan diserang oleh Israel pada dasarnya menggabungkan dua ranah. Pertama, fakta militer atau diplomatik yang bisa dianalisis (jarak, kapabilitas, aliansi). Kedua, unsur politik atau strategis yang sangat bergantung pada keputusan pengambil kebijakan, respons internasional, serta dinamika konflik yang sedang berlangsung.

Sejak 2023–2025 kawasan Timur Tengah mengalami eskalasi yang membuat batas antara operasi teritorial, serangan lintas-batas, dan operasi rahasia semakin kabur, termasuk serangan Israel yang melampaui zona konflik tradisional, misalnya serangan di Doha tahun ini.

Karena itu jawaban tentang “apakah Saudi akan diserang” harus dilihat sebagai penilaian probabilistik yang menimbang motif, kemampuan, risiko eskalasi, dan kendala strategis yang dihadapi aktor-aktor terkait.

1. Motif dan Tujuan Strategis Israel


Israel melakukan operasi luar-negaranya dengan tujuan pencegahan (melemahkan kemampuan musuh), eliminasi tokoh yang dianggap ancaman, atau menghancurkan jalur pasokan senjata lawan.

Sepanjang 2025 terlihat pola operasi yang lebih berani dan jauh dari perbatasan tradisional, terutama ketika Israel menilai ada ancaman langsung dari jejaring yang didukung Iran.

Namun motif semacam itu tidak otomatis berarti Riyadh menjadi target: Arab Saudi bukan hanya negara yang diduga menjadi rumah bagi aktor non-negara anti-Israel, tetapi juga negara dengan kepentingan geopolitik besar dan hubungan (formal atau informal) yang kompleks dengan Amerika Serikat dan negara-negara Teluk lain.

Menyerang Saudi akan memerlukan justifikasi operasi yang sangat kuat dari perspektif Israel dan kemungkinan besar hanya terjadi jika ada ancaman yang sangat konkret dan segera terhadap keamanan inti Israel.

2. Kapabilitas Militer dan Logistik


Dari sisi murni teknis, Israel memiliki kemampuan intelijen, drone, rudal jelajah, dan pesawat-pesawat yang mampu menyerang target jarak jauh.

Namun menyerang fasilitas di jantung Saudi (misalnya Riyadh, instalasi minyak besar, atau pangkalan strategis) berbeda tingkatannya: itu akan menghadapkan penyerang pada sistem pertahanan udara modern, kemungkinan serangan balasan, serta konsekuensi ekonomi global (gangguan pasokan minyak).

Selain itu, Saudi telah memperkuat pertahanannya melalui pembelian sistem udara dan kerja sama militer, serta mendekatkan diri ke jaminan keamanan AS dan pasokan teknologi pertahanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Trump Marah Besar, Sebut...
Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi
Tekor! Bandara Israel...
Tekor! Bandara Israel Dikuasai Pesawat Militer AS akibat Perang, Kehilangan 18 Juta Penumpang
Rekomendasi
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved