4 Alasan Qatar Menampung Kantor Politik Hamas, Salah Satunya Memiliki Pengaruh Global

Jum'at, 12 September 2025 - 04:55 WIB
loading...
4 Alasan Qatar Menampung...
Qatar memiliki pengaruh global ketika menampung kantor politik Hamas. Foto/X/@ianbremmer
A A A
DOHA - Qatar telah lama berperan sebagai mediator, baik di Timur Tengah maupun di luar negeri. Negara ini memiliki hubungan baik dengan negara-negara yang berseberangan, seperti Amerika Serikat dan Iran, dan oleh karena itu berfungsi sebagai tempat terjadinya dialog antara pihak-pihak yang bermusuhan.

Kehadiran banyak pemimpin kelompok Palestina Hamas di Doha menjadikan kota tersebut sebagai basis negosiasi untuk mengakhiri perang Israel di Gaza dan mengamankan pembebasan tawanan Israel yang ditahan di wilayah tersebut.

Namun, tampaknya hal itu terancam menyusul serangan Israel terhadap beberapa pemimpin Hamas di Doha pada hari Selasa.

Mengapa para pemimpin tersebut berbasis di Qatar? Dan apa hubungan Qatar dengan gerakan Palestina tersebut? Mari kita lihat lebih dekat:

4 Alasan Qatar Menampung Kantor Politik Hamas, Salah Satunya Memiliki Pengaruh Global

1. Berdiri pada 2012

Hamas pertama kali membuka kantor politiknya di Qatar pada tahun 2012, setelah para pemimpinnya – termasuk Khaled Meshaal – meninggalkan Suriah setahun setelah perang di negara itu dimulai.

Para pejabat Qatar telah berulang kali mengatakan bahwa keputusan untuk menampung para pemimpin Hamas datang setelah permintaan dari Amerika Serikat. Dalam sebuah opini tahun 2023 untuk The Wall Street Journal (WSJ), duta besar Qatar untuk AS, Sheikh Meshaal bin Hamad Al Thani, mengatakan bahwa Washington ingin kantor tersebut "membangun jalur komunikasi tidak langsung dengan Hamas".

Baca Juga: 15 Jet Tempur Israel Tembakkan 10 Rudal di Qatar

2. Para Pemimpin Hamas Berlindung di Qatar

Melansir Al Jazeera, berbagai pemimpin senior Hamas bermarkas di Qatar atau pernah bermarkas di sana sebagai akibat dari pembukaan kantor Hamas.

Meshaal yang disebutkan sebelumnya, mantan kepala biro politik Hamas dan yang selamat dari upaya pembunuhan Israel tahun 1997 di Yordania, pindah ke Qatar pada tahun 2012 dan menetap di sana sejak saat itu.

Ismail Haniyeh, yang menggantikan Meshaal sebagai pemimpin politik dan sebelumnya adalah perdana menteri Palestina, juga menetap di Qatar sejak tahun 2017, tahun di mana ia meninggalkan Gaza untuk menjadi pemimpin politik. Haniyeh dibunuh oleh Israel di ibu kota Iran, Teheran, pada Juli 2024.

Para pemimpin lain yang menetap di Qatar termasuk Khalil al-Hayya, anggota dewan pimpinan Hamas, dan Mousa Abu Marzouk.

3. Qatar Memiliki Pengaruh yang Luas

Qatar dianggap sebagai salah satu mediator terpenting di kawasan dan internasional, menjadikannya pemain yang berpengaruh.

Negara ini memberikan bantuan keuangan kepada Gaza – yang telah berada di bawah beberapa bentuk blokade oleh Israel sejak 2007 – selama bertahun-tahun, dan juga merupakan pendukung utama perjuangan Palestina.

Menyediakan basis politik bagi Hamas merupakan hasil dari kombinasi kedua faktor ini.

Dalam opini WSJ-nya, Sheikh Meshal dari Qatar membenarkan keberadaan kantor Hamas karena "sering digunakan dalam upaya mediasi, membantu meredakan konflik di Israel dan wilayah Palestina".

"Kehadiran kantor Hamas tidak boleh disamakan dengan dukungan, melainkan membangun saluran penting untuk komunikasi tidak langsung," kata Sheikh Meshal.

Tahun lalu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menyarankan agar Qatar mempertimbangkan kembali peran mediasinya, karena beberapa pihak telah menggunakan mediasi untuk "kepentingan politik yang sempit".

4. Qatar Berulang Jadi Tempat Berlindung

Pengakuan Qatar sebagai mediator dan basis yang aman bagi kelompok-kelompok politik dari seluruh dunia telah menyebabkan ibu kotanya menjadi tuan rumah bagi sejumlah pemain internasional yang berbeda.

Sejumlah tokoh politik Arab pindah ke Qatar, terutama setelah Musim Semi Arab.

Selain itu, Qatar menjadi tuan rumah kantor politik Taliban sejak tahun 2013 dan seterusnya saat mereka berperang melawan AS dan bekas pemerintah Afghanistan. Kantor politik Taliban juga dibuka atas permintaan AS untuk menyediakan tempat bagi perundingan damai.

Dan, tentu saja, Qatar menjadi tuan rumah bagi AS dalam bentuk pangkalan militer terbesar Washington di Timur Tengah, pangkalan udara Al Udeid.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved