4 Fakta Larangan Media Sosial di Nepal Picu Demostrasi Generasi Z

Selasa, 09 September 2025 - 15:15 WIB
loading...
A A A
Perdana Menteri Oli membela langkah tersebut, dengan mengatakan: "Kemerdekaan bangsa lebih besar daripada hilangnya pekerjaan segelintir orang."

Rancangan undang-undang baru yang diajukan ke Parlemen melangkah lebih jauh, mewajibkan perusahaan teknologi untuk membuka kantor di Nepal, membayar pajak, dan menghapus konten yang dianggap merugikan "kepentingan nasional" atau "keharmonisan sosial." Para kritikus menyebutnya sebagai undang-undang sensor.

3. Kemarahan Digital Berimbas pada Aksi Jalanan

Larangan tersebut memanfaatkan rasa frustrasi yang mendalam di kalangan anak muda Nepal. Selama berminggu-minggu, tagar viral seperti #NepoKids dan #NepoBabies telah mengejek anak-anak politisi yang memamerkan mobil mewah dan perjalanan ke luar negeri, membandingkan hak istimewa mereka dengan pengangguran dan inflasi yang merajalela.

Ketika media sosial diputus, kemarahan digital berubah menjadi aksi jalanan. Para pengunjuk rasa — banyak di antaranya mahasiswa — berbaris berseragam sambil membawa buku, meneriakkan: "Tutup korupsi, bukan media sosial."

4. Demonstrasi Berujung pada Kerusuhan

Melansir Gulf News, Polisi menembakkan peluru karet, gas air mata, dan meriam air saat para pengunjuk rasa melanggar jam malam, bentrok dengan aparat, dan bahkan memasuki kompleks Parlemen. Setidaknya 19 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Tentara dikerahkan di Kathmandu, dan zona jam malam diperluas ke area-area dengan keamanan tinggi termasuk kediaman Presiden dan Perdana Menteri.

“Ini bukan hanya tentang Facebook atau WhatsApp,” kata mahasiswa Yujan Rajbhandari, 24 tahun. “Kami melawan korupsi yang telah melembaga di Nepal.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Tak Asal Review! Aleta...
Tak Asal Review! Aleta Novianda Bocorkan 5 Cara Bikin Konten Review Skincare yang Menarik Jutaan Penonton
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved