Rusia Buru Saksi Serangan Racun Navalny, Siap Kirim Penyidik ke Jerman

Jum'at, 11 September 2020 - 19:44 WIB
loading...
Rusia Buru Saksi Serangan...
Rusia buru saksi serangan racun terhadap tokoh oposisi Alexei Navalny. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
MOSKOW - Kementerian Dalam Negeri Rusia mengatakan pihak kepolisian telah melacak pergerakan politisi oposisi Alexei Navalny dan apa yang diminumnya sebelum jatuk sakit di Siberia bulan lalu. Pihak kepolisian Rusia juga sedang berusaha menemukan saksi yang telah meninggalkan negara itu.

Kementerian Dalam Negeri Rusia juga sedang mempersiapkan permintaan bantuan hukum dari Jerman . Navalny di terbangkan ke Jerman pada bulan lalu untuk mendapatkan perawatan yang kemudian dikatakan ia telah diracun menggunakan racun saraf Novichok.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, departemen transportasi kementerian dalam negeri di Siberia mengatakan ingin mengirim penyelidik untuk bekerja bersama koleganya di Jerman dalam kasus tersebut, setelah laporan menyatakan bahwa Navalny telah sadar dari koma.(Baca juga: Pompeo Duga Peracunan Navalny Diperintahkan Pejabat Rusia )

Polisi transportasi di Tomsk telah menetapkan kronologis kejadian yang menyebabkan Navalny jatuh sakit, kata kementerian itu. Kronologis itu mencantumkan sebuah hotel, restoran, flat, dan kedai kopi yang pernah dikunjungi Navalny, dan mengatakan dia minum anggur dan koktail beralkohol.

Pada hari-hari setelah Navalny sakit, juru bicaranya membantah keras tuduhan bahwa dia telah mengonsumsi alkohol.

Kementerian mengatakan polisi telah mewawancarai lima dari enam orang yang dikatakan menemani Navalny dalam perjalanan ketika dia jatuh sakit. Dikatakan mereka sedang mencari orang keenam yang diketahui sebagai Marina Pevchikh, seorang warga Inggris yang terbang ke Jerman pada 22 Agustus dan yang keberadaannya dikatakan saat ini belum diketahui.(Baca juga: Rusia Sebut Pernyataan Pompeo Soal Navalny Tidak Dapat Diterima )

"Permintaan ini akan mencakup permohonan untuk kemungkinan kehadiran penyelidik urusan dalam negeri Rusia dan seorang spesialis Rusia ketika rekan Jerman sedang melakukan penyelidikan dengan Navalny, dokter dan ahli," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/9/2020).

Pihak Rusia juga meminta izin untuk mengajukan klarifikasi dan pertanyaan tambahan.

Permintaan tersebut tampaknya tidak memiliki peluang untuk berhasil, mengingat Jerman mengatakan telah memastikan keberadaan Novichok dan menuntut penjelasan dari Moskow - seruan yang juga digaungkan oleh negara-negara Barat lainnya. Beberapa politisi Jerman telah menyerukan sanksi tambahan terhadap Rusia.

Rusia belum membuka penyelidikan kriminal formal dan berpegang pada posisinya yang membutuhkan bukti kuat dari Jerman bahwa Navalny memang diracun.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved