Siapa Hisahito? Pangeran Capung dari Jepang yang Diprediksi Jadi Kaisar Terakhir

Minggu, 07 September 2025 - 21:04 WIB
loading...
A A A
Kekurangan penerus laki-laki merupakan masalah serius bagi monarki, yang menurut para sejarawan telah berlangsung selama 1.500 tahun. Isu ini mencerminkan populasi Jepang yang menua dan menyusut dengan cepat.

Jepang secara tradisional memiliki kaisar laki-laki, tetapi suksesi perempuan diizinkan. Ada delapan kaisar perempuan, termasuk Gosakuramachi yang terakhir yang memerintah dari tahun 1762 hingga 1770. Namun, tidak satu pun dari mereka yang menghasilkan pewaris selama masa pemerintahan mereka.

Suksesi secara hukum dibatasi hanya untuk laki-laki untuk pertama kalinya pada tahun 1889 berdasarkan Konstitusi sebelum perang. Undang-Undang Keluarga Kekaisaran tahun 1947 pascaperang, yang sebagian besar mempertahankan nilai-nilai keluarga praperang yang konservatif, juga hanya mengizinkan suksesi laki-laki.

Namun, para ahli mengatakan sistem suksesi khusus laki-laki ini cacat struktural dan sebelumnya hanya berfungsi berkat bantuan para selir yang, hingga sekitar 100 tahun yang lalu, menghasilkan anak-anak kekaisaran.

Putri Aiko yang sangat populer, putri tunggal Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, tidak dapat menjadi penerus ayahnya, meskipun ia didukung oleh sebagian besar publik sebagai calon raja.

3. Kaisar Perempuan Jadi Perdebatan

Untuk mengatasi masalah suksesi, pemerintah menyusun proposal untuk mengizinkan seorang kaisar perempuan pada tahun 2005. Namun, kelahiran Hisahito dengan cepat mengubah keadaan dan kaum nasionalis menentang proposal tersebut.

Sebuah panel ahli terpisah yang sebagian besar konservatif pada Januari 2022 merekomendasikan agar pemerintah mempertahankan suksesi garis laki-lakinya sambil mengizinkan anggota perempuan untuk mempertahankan status kerajaan mereka setelah menikah dan melanjutkan tugas resmi mereka. Kaum konservatif juga mengusulkan adopsi keturunan laki-laki dari keluarga kerajaan jauh yang kini telah bubar untuk melanjutkan garis keturunan laki-laki.

Namun, perdebatan mengenai pemberian status kerajaan kepada non-bangsawan yang menikahi putri dan anak-anak mereka telah terhenti.

Perdebatan yang terhenti ini telah memaksa Hisahito untuk menanggung sendiri beban nasib Keluarga Kekaisaran, ujar mantan kepala Badan Rumah Tangga Kekaisaran, Shingo Haketa, dalam sebuah artikel di surat kabar Yomiuri awal tahun ini. "Pertanyaan mendasarnya bukanlah apakah akan mengizinkan garis suksesi laki-laki atau perempuan, melainkan bagaimana menyelamatkan monarki."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Bagaimana Jepang, Korea...
Bagaimana Jepang, Korea Selatan dan Taiwan Tanggapi Pertemuan Trump-Xi?
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved