Profil Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Dulu Sopir Bus, Kini Musuh AS yang Kepalanya Dihargai Rp820 Triliun
Minggu, 07 September 2025 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
AS menuduh Maduro memimpin Cartel de los Soles, organisasi narkoba koruptif yang telah beroperasi lebih dari satu dekade, diduga bekerja sama dengan kelompok seperti FARC, Tren de Aragua, dan Kartel Sinaloa, untuk memasok kokain (termasuk yang dicampur fentanyl) ke AS.
Menurut Departemen Kehakiman dan Departemen Luar Negeri AS, DEA telah menyita sekitar 30 ton kokain terkait jaringan itu, dengan hampir 7 ton dikaitkan langsung ke Maduro.
Selain itu, AS menyita aset pribadi senilai lebih dari USD700 juta: jet pribadi, rumah mewah, kuda, kendaraan, dan uang tunai.
Pemerintah Venezuela mengecam keras langkah AS, menyebutnya sebagai propaganda politik murahan dan upaya mendiskreditkan pemerintah nasional.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga menyatakan Meksiko tidak memiliki bukti hubungan antara Maduro dan Kartel Sinaloa.
Sementara itu, Maduro sendiri menolak keras tuduhan itu, menyebutnya sebagai fitnah imperialisme. Dia juga membangun narasi bahwa AS menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk intervensi militer dan menggulingkan pemerintahnya.
"Sebagaimana tidak benar bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal, apa yang mereka katakan tentang Venezuela juga tidak benar," tegas Maduro pada hari Jumat, merujuk pada alasan di balik invasi AS ke Irak tahun 2003.
Menurut Departemen Kehakiman dan Departemen Luar Negeri AS, DEA telah menyita sekitar 30 ton kokain terkait jaringan itu, dengan hampir 7 ton dikaitkan langsung ke Maduro.
Selain itu, AS menyita aset pribadi senilai lebih dari USD700 juta: jet pribadi, rumah mewah, kuda, kendaraan, dan uang tunai.
Pemerintah Venezuela mengecam keras langkah AS, menyebutnya sebagai propaganda politik murahan dan upaya mendiskreditkan pemerintah nasional.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga menyatakan Meksiko tidak memiliki bukti hubungan antara Maduro dan Kartel Sinaloa.
Sementara itu, Maduro sendiri menolak keras tuduhan itu, menyebutnya sebagai fitnah imperialisme. Dia juga membangun narasi bahwa AS menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk intervensi militer dan menggulingkan pemerintahnya.
"Sebagaimana tidak benar bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal, apa yang mereka katakan tentang Venezuela juga tidak benar," tegas Maduro pada hari Jumat, merujuk pada alasan di balik invasi AS ke Irak tahun 2003.
(mas)
Lihat Juga :