Profil Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Dulu Sopir Bus, Kini Musuh AS yang Kepalanya Dihargai Rp820 Triliun

Minggu, 07 September 2025 - 11:34 WIB
loading...
Profil Presiden Venezuela...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dulu sopir bus tapi kini jadi musuh AS yang kepalanya dihargai Rp820 triliun. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Presiden Venezuela ini bernama Nicolás Maduro Moros. Dia sudah berkuasa sebagai presiden sejak 2013, menjadi penerus pemimpin sosialis Hugo Chavez.

Sekarang dia menjadi salah satu musuh utama Amerika Serikat (AS), di mana Washington menawarkan hadiah USD50 juta (Rp820 triliun) untuk penangkapanya atas tuduhan sebagai pemimpin kartel narkoba.

Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan terhadap kartel narkoba di wilayah Venezuela. Pentagon telah mengerahkan setidaknya delapan kapal perang dan satu kapal selam ke perairan Karibia.

Menurut laporanCNN, serangan rudal hari Selasa lalu terhadap satu kapal yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela hanyalah langkah awal dalam upaya Trump untuk menetralisir perdagangan narkoba di wilayah tersebut dan berpotensi menggulingkan Presiden Maduro.

Baca Juga: Trump: Jet-jet Tempur Venezuela Akan Ditembak Jatuh Jika Bahayakan Kapal Perang AS!

Profil Nicolas Maduro


Nicolás Maduro Moros lahir pada 23 November 1962 di Caracas, dari keluarga kelas pekerja dengan latar ayah sebagai pemimpin serikat buruh.

Dia memulai karier politiknya tak lewat bangku kuliah, melainkan sebagai sopir bus di Metro Caracas, lalu menjadi pemimpin serikat buruh transit—menegaskan akar ideologis dan aktualnya dalam gerakan rakyat.

Kemampuannya berpolitik makin berkembang saat dia aktif mendukung pembebasan Hugo Chávez—pemimpin sosialis dan presiden Venezuela pendahulu Maduro—dari penjara pada 1992.

Setelah itu, dia tinggal setahun di Kuba untuk menimba ilmu politik, sebelum kembali ke Venezuela untuk merintis karier di Parlemen dan pemerintahan, menjadi anggota Konstituante pada 1999, kemudian menjadi ketua Parlemen pada 2005), lalu menjabat Menteri Luar Negeri pada 2006 hingga 2012, menjadi wakil presiden (wapres) pada 2012 hingga 2013, dan akhirnya presiden sejak 2013 hingga sekarang.

Setelah terpilih menggantikan Chávez pada 2013, pemerintahan Maduro ditandai dengan gejolak ekonomi di Venezuela: hiperinflasi, kelangkaan pangan dan obat, serta anjloknya nilai mata uang bolívar, sebagian besar akibat korupsi dan salah urus pemerintahan.

Pada 2018 dan 2024, Maduro kembali memenangkan pemilu; namun kontestasinya dinilai curang dan otoriter, memicu penolakan dari berbagai pemerintah termasuk AS.

Tahun 2019, pemimpin oposisi Juan Guaidó mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara, namun hingga kini Maduro tetap memegang kendali kekuasaan.

Diburu AS dengan Hadiah Rp820 Triliun


Pada Maret 2020, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump melayangkan tuduhan "narco-terrorism" terhadap Maduro, menawarkan hadiah awal USD15 juta untuk informan yang membantu penangkapannya.

Nilai itu kemudian naik menjadi USD25 juta di era Presiden Joe Biden Biden dan kini, di era pemeritahan kedua Trump, melonjak ke angka fantastis USD50 juta (Rp820 triliun).

AS menuduh Maduro memimpin Cartel de los Soles, organisasi narkoba koruptif yang telah beroperasi lebih dari satu dekade, diduga bekerja sama dengan kelompok seperti FARC, Tren de Aragua, dan Kartel Sinaloa, untuk memasok kokain (termasuk yang dicampur fentanyl) ke AS.

Menurut Departemen Kehakiman dan Departemen Luar Negeri AS, DEA telah menyita sekitar 30 ton kokain terkait jaringan itu, dengan hampir 7 ton dikaitkan langsung ke Maduro.

Selain itu, AS menyita aset pribadi senilai lebih dari USD700 juta: jet pribadi, rumah mewah, kuda, kendaraan, dan uang tunai.

Pemerintah Venezuela mengecam keras langkah AS, menyebutnya sebagai propaganda politik murahan dan upaya mendiskreditkan pemerintah nasional.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga menyatakan Meksiko tidak memiliki bukti hubungan antara Maduro dan Kartel Sinaloa.

Sementara itu, Maduro sendiri menolak keras tuduhan itu, menyebutnya sebagai fitnah imperialisme. Dia juga membangun narasi bahwa AS menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk intervensi militer dan menggulingkan pemerintahnya.

"Sebagaimana tidak benar bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal, apa yang mereka katakan tentang Venezuela juga tidak benar," tegas Maduro pada hari Jumat, merujuk pada alasan di balik invasi AS ke Irak tahun 2003.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved