AS Kerahkan 10 Jet Tempur Siluman F-35 setelah 2 F-16 Venezuela Terbang di Atas Kapal Perang Amerika
Minggu, 07 September 2025 - 06:08 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan AS pada hari Selasa meledakkan sebuah "kapal narkoba" yang diduga milik Tren de Aragua, sebuah organisasi kriminal Venezuela yang ia kaitkan dengan Maduro. Serangan itu menewaskan 11 orang.
Maduro mengecam peningkatan kekuatan AS tersebut sebagai "ancaman terbesar yang pernah dihadapi benua kita dalam 100 tahun terakhir."
Menyatakan negaranya siap untuk perjuangan bersenjata dalam mempertahankan wilayah nasional, Maduro telah memobilisasi militer Venezuela, yang berjumlah sekitar 340.000 orang, dan pasukan cadangan, yang dia klaim melebihi delapan juta.
"Jika Venezuela diserang, negara ini akan segera memasuki periode perjuangan bersenjata," kata Maduro kepada para koresponden asing.
Serangan mematikan AS pada hari Selasa terhadap apa yang disebut Washington sebagai "kapal pembawa narkoba" merupakan eskalasi besar, serta penggunaan militer AS yang tidak biasa untuk apa yang secara historis merupakan masalah penegakan hukum.
"Venezuela sangat buruk, baik dalam hal narkoba maupun mengirimkan beberapa penjahat terburuk di dunia ke negara kami," kata Trump kepada wartawan di Oval Office, Rabu.
Saat ini terdapat delapan kapal Angkatan Laut AS yang terlibat dalam upaya kontra-narkotika di Amerika Latin: tiga kapal serbu amfibi, dua kapal perusak, satu kapal penjelajah, dan satu kapal tempur pesisir di Karibia, serta satu kapal perusak di Pasifik timur, kata seorang pejabat pertahanan AS pekan ini tanpa menyebut nama.
Departemen Pertahanan AS—yang diubah namanya oleh Trump menjadi Departemen Perang— mengatakan bahwa dua pesawat rezim Maduro terbang di dekat sebuah kapal AS pada hari Kamis.
"Langkah yang sangat provokatif ini dirancang untuk mengganggu operasi kontra-narkotika-teror kami," katanya di X.
Maduro mengecam peningkatan kekuatan AS tersebut sebagai "ancaman terbesar yang pernah dihadapi benua kita dalam 100 tahun terakhir."
Menyatakan negaranya siap untuk perjuangan bersenjata dalam mempertahankan wilayah nasional, Maduro telah memobilisasi militer Venezuela, yang berjumlah sekitar 340.000 orang, dan pasukan cadangan, yang dia klaim melebihi delapan juta.
"Jika Venezuela diserang, negara ini akan segera memasuki periode perjuangan bersenjata," kata Maduro kepada para koresponden asing.
Serangan mematikan AS pada hari Selasa terhadap apa yang disebut Washington sebagai "kapal pembawa narkoba" merupakan eskalasi besar, serta penggunaan militer AS yang tidak biasa untuk apa yang secara historis merupakan masalah penegakan hukum.
"Venezuela sangat buruk, baik dalam hal narkoba maupun mengirimkan beberapa penjahat terburuk di dunia ke negara kami," kata Trump kepada wartawan di Oval Office, Rabu.
Saat ini terdapat delapan kapal Angkatan Laut AS yang terlibat dalam upaya kontra-narkotika di Amerika Latin: tiga kapal serbu amfibi, dua kapal perusak, satu kapal penjelajah, dan satu kapal tempur pesisir di Karibia, serta satu kapal perusak di Pasifik timur, kata seorang pejabat pertahanan AS pekan ini tanpa menyebut nama.
Departemen Pertahanan AS—yang diubah namanya oleh Trump menjadi Departemen Perang— mengatakan bahwa dua pesawat rezim Maduro terbang di dekat sebuah kapal AS pada hari Kamis.
"Langkah yang sangat provokatif ini dirancang untuk mengganggu operasi kontra-narkotika-teror kami," katanya di X.
Lihat Juga :