AS Kerahkan 10 Jet Tempur Siluman F-35 setelah 2 F-16 Venezuela Terbang di Atas Kapal Perang Amerika
Minggu, 07 September 2025 - 06:08 WIB
loading...
A
A
A
Departemen tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut. Venezuela memiliki 15 jet tempur F-16 yang dibeli dari Amerika Serikat pada tahun 1980-an ditambah sejumlah pesawat tempur dan helikopter Rusia.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membela pendekatan agresif baru terhadap apa yang disebut Washington sebagai kelompok "narkoteroris" dalam kunjungannya ke Amerika Latin pada Rabu lalu.
"Yang akan menghentikan mereka adalah ketika Anda meledakkan mereka, ketika Anda menyingkirkan mereka," kata Rubio di Meksiko.
"Jika Anda berada di atas kapal penuh kokain atau fentanil menuju Amerika Serikat, Anda merupakan ancaman langsung bagi Amerika Serikat."
Caracas menuduh Washington melakukan pembunuhan di luar hukum dalam serangan tersebut.
Anggota Parlemen AS Ilhan Omar, seorang Demokrat dari Minnesota, sementara itu mengutuk apa yang disebutnya sebagai tindakan "melanggar hukum" Trump di Karibia selatan.
"Kongres belum menyatakan perang terhadap Venezuela, atau Tren de Aragua, dan penetapan suatu kelompok sebagai organisasi teroris semata tidak memberikan Presiden wewenang penuh untuk mengabaikan kewenangan konstitusional Kongres yang jelas dalam masalah perang dan perdamaian," ujar Omar dalam sebuah pernyataan.
Para pejabat AS belum menjelaskan secara gamblang apa justifikasi hukum yang digunakan untuk serangan udara hari Selasa terhadap kapal tersebut atau narkoba apa saja yang ada di dalamnya.
Trump mengatakan pada hari Selasa, tanpa memberikan bukti, bahwa militer AS telah mengidentifikasi awak kapal tersebut sebagai anggota geng Tren de Aragua.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membela pendekatan agresif baru terhadap apa yang disebut Washington sebagai kelompok "narkoteroris" dalam kunjungannya ke Amerika Latin pada Rabu lalu.
"Yang akan menghentikan mereka adalah ketika Anda meledakkan mereka, ketika Anda menyingkirkan mereka," kata Rubio di Meksiko.
"Jika Anda berada di atas kapal penuh kokain atau fentanil menuju Amerika Serikat, Anda merupakan ancaman langsung bagi Amerika Serikat."
Caracas menuduh Washington melakukan pembunuhan di luar hukum dalam serangan tersebut.
Anggota Parlemen AS Ilhan Omar, seorang Demokrat dari Minnesota, sementara itu mengutuk apa yang disebutnya sebagai tindakan "melanggar hukum" Trump di Karibia selatan.
"Kongres belum menyatakan perang terhadap Venezuela, atau Tren de Aragua, dan penetapan suatu kelompok sebagai organisasi teroris semata tidak memberikan Presiden wewenang penuh untuk mengabaikan kewenangan konstitusional Kongres yang jelas dalam masalah perang dan perdamaian," ujar Omar dalam sebuah pernyataan.
Para pejabat AS belum menjelaskan secara gamblang apa justifikasi hukum yang digunakan untuk serangan udara hari Selasa terhadap kapal tersebut atau narkoba apa saja yang ada di dalamnya.
Trump mengatakan pada hari Selasa, tanpa memberikan bukti, bahwa militer AS telah mengidentifikasi awak kapal tersebut sebagai anggota geng Tren de Aragua.
(mas)
Lihat Juga :