Apa Itu Satelit Ofek 19 yang Mata-matai Musuh Israel Nonstop?

Kamis, 04 September 2025 - 10:05 WIB
loading...
Apa Itu Satelit Ofek...
Israel luncurkan satelit Ofek 19 ke luar angkasa, yang diklaim akan memata-matai musuh-musuh Israel secara nonstop. Foto/Kobi Richter/TPS-IL
A A A
TEL AVIV - Israel telah meluncurkan satelit Ofek 19 ke luar angkasa pada Selasa malam. Rezim Zionis sesumbar satelit mata-mata itu akan mengintai musuh-musuh Israel secara nonstop.

Menurut Kementerian Pertahanan Israel, uji coba awal menunjukkan satelit tersebut berfungsi sesuai rencana. Peluncuran satelit ini juga melibatkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Industri Dirgantara Israel (IAI).

Satelit tersebut, yang akan digunakan untuk pengintaian militer, diluncurkan pukul 22.30 dari Pangkalan Udara Palmachim di Israel tengah.

Baca Juga: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Tak Lagi Mendukung Israel?

Dalam pembaruan informasi Rabu pagi, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa wahana antariksa tersebut berhasil memasuki orbit, mulai mengirimkan data, dan lulus serangkaian uji coba awal.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa peluncuran yang sukses ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah teknologi, tetapi juga peringatan bagi musuh-musuh Israel.

“Peluncuran satelit Ofek-19 kemarin merupakan pencapaian standar global tertinggi. Ini juga merupakan pesan kepada semua musuh kita, di mana pun mereka berada—kami mengawasi kalian setiap saat dan dalam segala situasi,” tulisnya di X, seperti dikutip dari The Times of Israel, Kamis (4/9/2025).

Katz juga menyampaikan undangan kepada kekuatan-kekuatan regional untuk bekerja sama dengan Israel dalam memanfaatkan kemampuan tersebut. “Demi masa depan bersama yang lebih baik bagi kita semua,” ujarnya, sambil menekankan bahwa Israel akan terus berinvestasi besar-besaran dalam program luar angkasa dan satelit untuk memperkuat keunggulan keamanannya.

Peluncuran tersebut dilaporkan sempat menimbulkan kepanikan di Tel Aviv dan Israel tengah, di mana penduduk mengira satelit tersebut sebagai rudal pencegat.

Dalam video yang diunggah daring, terdengar orang-orang yang lewat bertanya-tanya apa sebenarnya peluncuran roket tersebut.

Selama dua tahun terakhir, di tengah perang Gaza yang sedang berlangsung, kelompok-kelompok milisi yang didukung Iran di seluruh wilayah tersebut telah menembakkan ratusan rudal balistik dan roket ke Israel, yang merepotkan sistem pertahanan udara Zionis.

Kementerian Pertahanan mengatakan sebuah peluncur "Shavit" meluncurkan satelit tersebut ke luar angkasa, di mana ia memasuki orbit yang direncanakan.

Ofek-19 adalah satelit observasi radar apertur sintetis dengan kemampuan canggih, yang dirancang untuk menyediakan pencitraan resolusi tinggi untuk keperluan intelijen dan pengawasan.

Para teknisi dari Departemen Antariksa Kementerian Pertahanan dan Divisi Antariksa IAI melanjutkan serangkaian pemeriksaan yang telah direncanakan sebelumnya sebelum satelit tersebut beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Tanggung jawab pengoperasiannya kemudian akan dialihkan kepada Unit 9900 IDF, yang berspesialisasi dalam VISINT atau intelijen visual.

Peluncuran satelit ini dihadiri oleh Katz, Presiden Isaac Herzog, Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Amir Baram, Kepala Penelitian dan Pengembangan Pertahanan di Kementerian Pertahanan Danny Gold, dan CEO IAI Boaz Levy.

Herzog memuji peluncuran ini sebagai bukti inovasi Israel. “Kita bukan hanya Negara Start-Up, kita adalah Negara Antariksa. Israel harus berada di luar angkasa—di sanalah masa depan umat manusia berada, dan Israel memiliki kapabilitas strategis terpenting. Ini adalah bukti lain bahwa kita adalah bangsa yang unik dan luar biasa—tidak ada negara seperti Israel," paparnya.

Katz menyebut peluncuran ini sebagai momen kebanggaan nasional yang luar biasa, dengan mengatakan bahwa Ofek-19 mewakili lapisan kekuatan Israel lainnya, bahkan di lingkaran ketiga, dan mencerminkan kemampuan canggih Kementerian Pertahanan, IDF, dan IAI. "Israel terus melesat, memimpin, dan memastikan keamanan kami dengan bangga dan kuat," imbuh dia.

Baram mengatakan Ofek-19 akan berfungsi sebagai pengganda kekuatan yang signifikan bagi lembaga pertahanan.

"Perang modern juga terjadi di luar angkasa dan bahwa Israel berencana untuk menginvestasikan miliaran shekel selama dekade berikutnya untuk membangun konstelasi satelit," katanya.

Levy menekankan kemampuan pencitraan radar siang dan malam satelit tersebut. "Hal ini lebih penting saat ini, terutama setelah Operasi Rising Lion, yang menyoroti bahwa kemampuan observasi canggih di wilayah kami sangat penting untuk mencapai superioritas udara dan darat," ujarnya, merujuk pada perang singkat antara Israel dan Iran pada bulan Juni.

Sebelumnya, Levy mengatakan kepada Channel 13 bahwa satelit tersebut akan memberi Israel penglihatan penting di luar angkasa dan menjelaskan bahwa satelit tersebut dapat memotret objek dengan diameter kurang dari 50 sentimeter, baik siang maupun malam.

Proyek ini dikembangkan oleh IAI, dengan kontribusi dari Grup Sistem, Rudal, dan Antariksa, Grup ELTA, dan Divisi MLM IAI. Mesin roket diproduksi bekerja sama dengan Tomer Ltd dan Rafael Advanced Defense Systems.

Peluncuran ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang dipimpin oleh Direktorat Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Kementerian Pertahanan, bekerja sama dengan IDF, termasuk Unit 9900 Direktorat Intelijen dan Angkatan Udara Israel.

Ofek-19 merupakan kelanjutan dari Ofek-13, yang diluncurkan pada Maret 2023, melanjutkan upaya Israel untuk mempertahankan kemampuan observasi berbasis antariksa yang canggih, imbuh Kementerian Pertahanan Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Berita Terkini
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved