10 Negara dengan Hutan Terluas di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Rabu, 03 September 2025 - 12:30 WIB
loading...
10 Negara dengan Hutan...
Hutan Virgin Komi di Pegunungan Ural utara, Republik Komi, Rusia. Foto/Markus Mauthe/Greenpeace
A A A
MOSKOW - Hutan adalah salah satu aset alam paling berharga di dunia. Selain menjadi rumah bagi jutaan spesies flora dan fauna, hutan juga berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekologi global.

Dari penyedia oksigen, penyerap karbon, hingga sumber mata pencaharian bagi jutaan manusia, keberadaan hutan tidak tergantikan. Namun, luas hutan di berbagai belahan dunia berbeda-beda.

Beberapa negara memiliki hutan yang sangat luas, sehingga memainkan peran sentral dalam keberlanjutan ekosistem bumi.

Berikut ini adalah negara-negara dengan hutan terluas di dunia, beserta karakteristik dan perannya bagi lingkungan global.

1. Rusia


Rusia adalah negara dengan hutan terluas di dunia, mencakup sekitar 815 juta hektare atau lebih dari 20% total luas hutan dunia. Sebagian besar hutan Rusia berupa hutan boreal (taiga), yang didominasi oleh pohon konifer seperti pinus, cemara, dan larch.

Hutan di Rusia memiliki peran penting sebagai penyerap karbon terbesar di planet ini. Taiga Rusia menyimpan miliaran ton karbon yang membantu menstabilkan iklim global.

Selain itu, hutan Rusia juga kaya akan keanekaragaman hayati, meskipun sebagian wilayahnya terpencil dan kurang terjamah manusia.

Sayangnya, ancaman deforestasi, kebakaran hutan besar-besaran akibat perubahan iklim, serta penebangan ilegal masih menjadi masalah utama di negeri ini.

Rusia memegang tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian hutan dunia karena kontribusinya yang sangat besar terhadap kesehatan bumi.

2. Brasil


Brasil memiliki sekitar 497 juta hektare hutan, sebagian besar merupakan bagian dari Hutan Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia.

Amazon sering disebut sebagai paru-paru dunia, karena menghasilkan sekitar 20% oksigen bumi dan menjadi rumah bagi jutaan spesies tumbuhan dan hewan.

Hutan Brasil juga sangat penting bagi siklus air global. Uap air yang dihasilkan dari transpirasi pepohonan Amazon membantu membentuk curah hujan yang mendukung pertanian dan kehidupan di seluruh Amerika Selatan.

Namun, deforestasi di Brasil cukup mengkhawatirkan. Penebangan untuk membuka lahan pertanian, terutama peternakan sapi dan perkebunan kedelai, telah merusak jutaan hektare hutan Amazon.

Pemerintah Brasil dalam beberapa dekade terakhir menghadapi tekanan global untuk mengurangi kerusakan dan menjaga hutan yang tersisa.

3. Kanada


Kanada memiliki sekitar 347 juta hektare hutan, atau sekitar 9% dari total hutan dunia. Sebagian besar hutan di Kanada adalah hutan boreal, mirip dengan Rusia, dengan dominasi pohon cemara, pinus, dan birch.

Hutan di Kanada memiliki keanekaragaman ekosistem yang luar biasa, dari hutan hujan pesisir di British Columbia hingga taiga yang membentang di bagian utara.

Kanada juga terkenal dengan pengelolaan hutannya yang relatif baik, dengan sistem sertifikasi kayu yang ketat dan upaya konservasi yang kuat.

Selain menjadi penyerap karbon besar, hutan Kanada juga berperan penting dalam mendukung industri kehutanan, kertas, dan kayu.

Namun, ancaman perubahan iklim, serangan serangga hama (seperti kumbang kulit kayu gunung), serta kebakaran hutan besar-besaran semakin meningkat setiap tahunnya.

4. Amerika Serikat


Amerika Serikat memiliki sekitar 310 juta hektare hutan, yang tersebar dari Alaska hingga Florida. Keunikan hutan di Amerika adalah keragamannya: mulai dari hutan boreal di Alaska, hutan hujan sedang di Pacific Northwest, hingga hutan gugur di timur.

Hutan AS juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, karena banyak suku asli Amerika bergantung pada hutan untuk kehidupan mereka.

Selain itu, hutan AS menjadi pusat konservasi dengan banyak taman nasional terkenal seperti Yellowstone, Yosemite, dan Great Smoky Mountains.

Meski industri kayu dan kertas berkembang pesat, Amerika Serikat dikenal dengan program reboisasi dan konservasi yang cukup maju.

Walau begitu, ancaman kebakaran hutan di California dan wilayah barat AS, serta alih fungsi lahan untuk perkotaan dan industri, tetap menjadi tantangan besar.

5. China


China memiliki hutan sekitar 220 juta hektare. Uniknya, meskipun wilayah hutannya besar, sebagian berasal dari program reboisasi masif yang digagas pemerintah sejak dekade 1980-an.

Program “Great Green Wall” atau Tembok Hijau Besar adalah salah satu proyek reboisasi terbesar di dunia, yang bertujuan menahan laju gurun Gobi.

Hutan-hutan di China kini mencakup berbagai ekosistem, dari hutan bambu di selatan hingga hutan konifer di utara.

China juga terkenal sebagai rumah panda raksasa, hewan endemik yang bergantung pada hutan bambu. Meski menghadapi polusi, urbanisasi, dan deforestasi di masa lalu, kini China menjadi salah satu negara yang paling cepat menambah tutupan hutannya.

6. Republik Demokratik Kongo (RDK)


Republik Demokratik Kongo memiliki sekitar 154 juta hektare hutan, sebagian besar berupa hutan hujan tropis Kongo Basin—hutan terbesar kedua setelah Amazon.

Hutan ini dikenal dengan keanekaragaman hayatinya yang sangat tinggi, termasuk gorila, simpanse, dan okapi.

Hutan Kongo juga merupakan penyerap karbon raksasa, menyimpan miliaran ton karbon yang penting bagi iklim dunia. Selain itu, hutan ini menjadi sumber kehidupan bagi jutaan orang lokal yang bergantung pada hasil hutan non-kayu.

Namun, hutan Kongo menghadapi ancaman serius dari penebangan ilegal, penambangan mineral, serta konflik bersenjata yang sering terjadi di wilayah tersebut. Upaya konservasi internasional terus dilakukan untuk melindungi kawasan hutan ini.

7. Australia


Australia memiliki sekitar 134 juta hektare hutan, yang unik karena sebagian besar berupa hutan eukaliptus. Hutan-hutan ini menjadi rumah bagi spesies ikonik seperti koala dan kanguru.

Selain itu, Australia juga memiliki hutan hujan tropis di Queensland, yang termasuk salah satu hutan hujan tertua di dunia.

Hutan di Australia memainkan peran penting dalam keanekaragaman hayati global karena banyak spesies yang endemik, artinya tidak ditemukan di tempat lain.

Namun, Australia juga rawan terhadap kebakaran hutan besar akibat iklim kering dan gelombang panas, seperti yang terjadi pada 2019–2020. Deforestasi untuk pertanian juga menjadi masalah serius di beberapa wilayah.

8. Indonesia


Indonesia memiliki sekitar 92 juta hektare hutan, terutama hutan hujan tropis di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, rumah bagi orangutan, harimau sumatra, dan burung cendrawasih.

Hutan Indonesia juga menyimpan karbon dalam jumlah besar, terutama di lahan gambut yang luas. Namun, deforestasi untuk perkebunan kelapa sawit, penebangan kayu, serta kebakaran lahan gambut menjadi ancaman besar bagi kelestarian hutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berusaha menekan laju deforestasi dengan moratorium izin baru di hutan primer dan lahan gambut. Dukungan internasional juga datang untuk mendanai program konservasi.

9. India


India memiliki sekitar 72 juta hektare hutan, yang mencakup 21% dari total luas wilayahnya. Hutan India beragam, mulai dari hutan tropis di Kerala hingga hutan konifer di Himalaya.

Hutan India sangat penting karena menopang kehidupan jutaan orang, menyediakan kayu, pakan ternak, hingga obat-obatan tradisional. India juga memiliki banyak satwa liar ikonik seperti gajah Asia, harimau Bengal, dan badak bercula satu.

Meski menghadapi tantangan besar dari urbanisasi dan pertumbuhan populasi, India cukup aktif dalam melakukan program reboisasi dan penghijauan massal.

10. Peru


Peru memiliki sekitar 69 juta hektare hutan, sebagian besar berupa hutan hujan Amazon. Negara ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk spesies burung dan tanaman obat.

Hutan Peru penting bagi kehidupan masyarakat adat yang telah tinggal di dalamnya selama ribuan tahun. Namun, penebangan liar, pertambangan emas ilegal, dan pembangunan infrastruktur telah mengancam kelestarian hutan.

Peru kini berusaha menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan konservasi hutan melalui berbagai program internasional.

Negara-negara dengan hutan terluas di dunia memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistem global.

Rusia dan Kanada dengan hutan borealnya, Brasil dan Peru dengan Amazon, Kongo dengan hutan hujan tropisnya, hingga Indonesia dan Australia dengan keanekaragaman hayati unik—semuanya adalah penopang kehidupan di bumi.

Namun, ancaman deforestasi, kebakaran hutan, urbanisasi, serta perubahan iklim terus menghantui keberlangsungan hutan ini.

Oleh karena itu, tanggung jawab menjaga hutan bukan hanya milik negara pemilik hutan, tetapi juga masyarakat dunia yang bergantung pada paru-paru hijau bumi.

Baca juga: Putri Dubai yang Ceraikan Suami Lewat Instagram Temukan Cinta Lagi, Pamer Cincin Tunangan Rp18 Miliar
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Berita Terkini
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved