India Semangat Kembangkan Energi Nuklir Generasi Keempat dan Rute Arktik dengan Rusia

Rabu, 03 September 2025 - 07:36 WIB
loading...
India Semangat Kembangkan...
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kudankulam. Foto/wikipedia
A A A
MOSKOW - India menunjukkan minat yang kuat untuk mengembangkan energi nuklir generasi keempat dengan Rusia. Kabar itu diungkap CEO Rosatom, Aleksey Likhachev.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, China, pada hari Senin, pimpinan perusahaan nuklir negara Rusia tersebut mencatat New Delhi juga tertarik menggunakan rute pelayaran Arktik.

“Mereka (India), mungkin tidak seperti yang lain, tertarik untuk mengembangkan energi nuklir generasi keempat bersama kami,” ujar Likhachev.

“Teman-teman India kami memberikan perhatian khusus pada teknologi masa depan,” tambah Likhachev.

Dia menjelaskan, “Ini adalah teknologi kuantum. Dan dalam format platform BRICS, kami melihat minat yang sangat besar terhadap proyek-proyek kuantum kami dan kerja sama ini dari teman-teman India kami.”

Rosatom telah membangun dua unit reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kudankulam (KNPP) India dengan kapasitas masing-masing 2000 MW, dan berencana mengoperasikan unit ketiga pada tahun 2026 dan unit keempat pada tahun 2027.

Perusahaan milik negara Rusia ini juga telah menandatangani perjanjian kerangka kerja umum untuk membangun dua unit reaktor lagi di India.

Laporan media mengindikasikan India mungkin tertarik pada pembangkit listrik besar lain yang dirancang oleh Rusia, serta pembangkit yang lebih kecil.

Di Tianjin, Likhachev menyoroti pernyataan Perdana Menteri India Narendra Modi tentang pentingnya strategis pengembangan rute Arktik, dengan mengatakan, "Sekali lagi, Perdana Menteri (Modi) mengatakan hari ini bahwa menurutnya, salah satu arah tindakan baru yang paling menjanjikan adalah rute Laut Utara."

Rute ini, yang membentang di seluruh wilayah Arktik dan Timur Jauh Rusia, diharapkan menjadi koridor perdagangan utama untuk barang-barang yang dikirim antara Eropa dan Asia.

Rute ini dapat secara drastis mengurangi waktu transportasi dibandingkan dengan jalur tradisional melalui Terusan Suez atau Panama.

Satu kelompok kerja antarpemerintah gabungan India-Rusia telah dibentuk untuk berfokus pada rute pelayaran Arktik, ujar Likhachev.

"Ada target untuk tahun-tahun mendatang – mencapai 5 juta ton transit dengan India melalui Rute Laut Utara. Dan saya yakin kerja sama kita tidak akan terbatas pada itu," ujarnya.

Baca juga: Terungkap, Pencarian Titanic adalah Operasi Rahasia Angkatan Laut AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved