Korban Tewas Akibat Gempa Afghanistan Bertambah Jadi 1.411 Orang

Selasa, 02 September 2025 - 20:45 WIB
loading...
Korban Tewas Akibat...
Peta lokasi gempa bumi di Afghanistan. Foto/aljazeera
A A A
KABUL - Juru bicara pemerintah Taliban di Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan sebanyak 1.411 orang tewas di Kunar, provinsi yang paling parah dilanda gempa berkekuatan 6 skala Richter. Dalam unggahan di X, ia mengatakan 3.124 orang terluka sementara lebih dari 5.400 rumah hancur.

Afghanistan terletak di salah satu zona seismik paling aktif di Bumi, dengan pegunungan Hindu Kush menjadi titik rawan gempa bumi dangkal dan dalam.

Wilayah ini sangat aktif akibat tumbukan tektonik antara Lempeng Hindia dan Lempeng Eurasia.

Tekanan yang sangat besar ini meremukkan dan mematahkan kerak bumi, sementara di Hindu Kush juga mendorong sebagian litosfer untuk tenggelam tajam ke dalam mantel.

Akibatnya, wilayah Pamir-Hindu Kush di Afghanistan utara mengalami gempa bumi dahsyat, mencapai kedalaman hingga 200 km (124 mil), satu fenomena langka di dunia.

Sebaliknya, di sepanjang Pegunungan Sulaiman (Pakistan bagian barat dan Afghanistan tenggara) dan dekat Pegunungan Pamir Utama, gempa bumi biasanya dangkal dan merusak, menghantam lebih dekat ke permukaan di mana kerusakan paling parah terjadi.

Ghaziabad, desa di Provinsi Kunar, hampir hancur akibat gempa bumi pada Minggu malam (31/8/2025).

Abdul Latif, 50 tahun, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa putra, istri, dan ibunya meninggal dunia setelah rumahnya runtuh menimpa mereka.

Dua rumah milik kerabatnya di dekatnya juga runtuh, katanya. Ada 11 orang di dalam satu rumah, dan 13 orang di dalam rumah lainnya.

Tidak ada yang selamat, dan ia mengatakan ia yakin mereka tewas, tetapi tidak ada cara untuk mengevakuasi jenazah.

“Kami hanya berusaha mencari bantuan untuk mengevakuasi jenazah dari reruntuhan. Cuacanya dingin, dan tidak ada makanan atau tempat berlindung; situasinya sangat menyedihkan,” ujar dia.

Seorang pria lain dari desa tersebut, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Rabbani, mengatakan ia kehilangan tujuh anggota keluarganya, termasuk orang tua, empat anak, dan istrinya.

"Masih ada orang-orang yang tertimbun reruntuhan, tetapi kami tidak memiliki sarana untuk membersihkan puing-puing dan mencoba menemukan mereka yang hilang. Sudah lebih dari 24 jam, tetapi tidak ada bantuan di sini untuk kami," ungkap pria berusia 40 tahun itu.

Baca juga: Dari Genosida hingga Gentrifikasi: Rencana Trump Hapus Populasi Gaza Terungkap
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Gempa 7,5 Magnitudo...
Gempa 7,5 Magnitudo Guncang Jepang, Peringatan Tsunami 3 Meter Picu Kekhawatiran
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Iran: MoU Perdamaian...
Iran: MoU Perdamaian Sama Saja Deklarasi Kekalahan Perang AS
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved