Turuti Maunya Trump, AS Serius Akan Ganti Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang

Senin, 01 September 2025 - 08:37 WIB
loading...
A A A
“Seperti yang dikatakan Presiden Trump, militer kita harus fokus pada serangan—bukan hanya pertahanan—itulah sebabnya dia memprioritaskan para prajurit di Pentagon, alih-alih DEI dan ideologi woke. Pantau terus!” kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menggunakan inisial DEI untuk merujuk pada program-program yang bertujuan meningkatkan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, seperti dikutip Reuters, Senin (1/9/2025).

Trump mengemukakan gagasan untuk mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang saat berbicara dengan para wartawan di Oval Office pada Senin pekan lalu, dengan mengatakan, "Terdengar lebih baik bagi saya."

"Dulu disebut Departemen Perang dan kedengarannya lebih kuat," kata Trump.

"Kita menginginkan pertahanan, tetapi kita juga menginginkan serangan...Sebagai Departemen Perang, kita memenangkan segalanya, kita memenangkan segalanya dan saya pikir kita harus kembali ke sana," imbuh Trump.

Departemen Perang diubah menjadi Departemen Pertahanan melalui proses bertahap, dimulai dengan Undang-Undang Keamanan Nasional tahun 1947, yang menyatukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara di bawah satu organisasi yang disebut Badan Militer Nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved