10 Fakta Kisah Raja Abdullah Yordania Tampung Prabowo Saat Krisis Politik dan Moneter 1998

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 17:30 WIB
loading...
A A A
Prabowo sendiri mengaku tersentuh oleh pesan yang disampaikan seorang kolonel utusan Pangeran: bahwa Prabowo selalu diterima sebagai “saudara” dan tetap dianggap sebagai jenderal.

Hal ini menandai bukan hanya penerimaan politik, tetapi juga afektif dan simbolik.

5. Jet Pribadi dan Makan Malam serta Dukungan Moral


Ketika Prabowo diputuskan akan diberhentikan dari dinas militer, Pangeran Abdullah yang mendapat kabar dari koneksinya di AS langsung terbang ke Jakarta dengan jet pribadinya.

Ia duduk bersama Prabowo, makan malam, memberi dukungan moral, lalu kembali ke Amman dalam hari yang sama. Tindakan ini mencerminkan simpati pribadi yang mendalam dari Abdullah.

6. Kehidupan sebagai “Warga Tanpa Negara” dengan Rumah Kedua


Selama di Yordania, Prabowo tinggal di satu flat/apartemen di pusat kota Amman dan bekerja sebagai general manager di grup Tirtamas milik adiknya, Hashim.

Ia memiliki staf, kantor, serta dijemput mobil kerajaan yang dikendarai sopir militer setiap hari—tanda ia disambut dan diberi rasa aman sebagai “warga kedua” Yordania.

Prabowo sendiri menggambarkan masa itu sebagai saat-saat tergelap dalam hidupnya, yang bisa dilewati karena dukungan Raja dan keluarga kerajaan.

7. Tawaran Kewarganegaraan dan Pertimbangan Loyalitas


Menariknya, Prabowo ditawari kewarganegaraan Yordania oleh Raja Hussein (ayah Abdullah II). Tawaran itu bahkan dikonfirmasi melalui dekrit kerajaan pada 10 Desember 1998, hasil dari permintaan Prabowo sendiri.

Namun, walau diterima dengan baik, Prabowo memilih tetap sebagai warga negara Indonesia, menegaskan loyalitasnya pada tanah air.

8. Kedekatan yang Bertahan hingga Kini


Sejak saat itu, hubungan persahabatan keduanya tetap erat. Bahkan hingga Prabowo menjadi Presiden Indonesia, Raja Abdullah II tetap menyambutnya dengan hangat saat kunjungan kenegaraan ke Yordania pada April 2025.

Prabowo mengenang masa-masa sulit itu sebagai “hari-hari tergelap” yang hanya bisa dilewati karena dukungan sahabat seperti Abdullah II.

9. Keunggulan Kultural dan Afinitas Militer


Hubungan keduanya tidak hanya sekedar solidaritas politik, tetapi memiliki basis kultural dan profesional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Yordania Kutuk Penyitaan...
Yordania Kutuk Penyitaan Properti oleh Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
10 Fakta Greenland,...
10 Fakta Greenland, Dulunya Hijau hingga Matahari Tengah Malam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved