10 Fakta Kisah Raja Abdullah Yordania Tampung Prabowo Saat Krisis Politik dan Moneter 1998

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 17:30 WIB
loading...
10 Fakta Kisah Raja...
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Raja Abdullah II bin Al-Hussein dari Yordania. Foto/prabowosubianto.com
A A A
AMMAN - Pada masa gejolak politik dan krisis ekonomi Indonesia menjelang akhir 1998, sejumlah tokoh militer dan politik menghadapi tekanan dan tuduhan serius. Salah satu yang paling menonjol adalah Jenderal Prabowo Subianto, yang kala itu berpangkat Komandan Jenderal Kopassus.

Setelah dinyatakan bersalah oleh Dewan Kehormatan Perwira atas keterlibatan dalam penculikan aktivis, posisi politik dan militer Prabowo runtuh. Dalam kondisi ini, Prabowo memilih mengasingkan diri ke luar negeri dan menemui perlindungan di Yordania, salah satu negara yang memiliki hubungan personal dan historis dengannya.

Negara itu, melalui Raja Abdullah II (saat itu masih Pangeran), menyambutnya dengan hangat. Kisah ini tidak hanya penting sebagai bagian dari narasi hidup Prabowo, tetapi juga menggambarkan bagaimana hubungan antar elite militer global dapat memberi ruang perlindungan dalam masa krisis.

Berikut ini berbagai fakta terkait kisah tersebut:

1. Akhir Karier Militer dan Krisis Politik Domestik (1998)


Pada 24 Agustus 1998, Dewan Kehormatan Perwira (DKP) ABRI memutuskan memberhentikan Prabowo dari dinas militer atas laporan keterlibatannya dalam penculikan sembilan aktivis prodemokrasi oleh Tim Mawar.

Keputusan ini secara efektif menutup karier militernya yang cemerlang, membawanya ke titik terendah secara publik dan politik.

2. Perjalanan Menuju Pengasingan: Boston, Kemudian Amman


Setelah pemecatan, Prabowo pertama ke Boston, Amerika Serikat (AS), bersama istrinya, Titiek Soeharto, dan putranya Ragowo, tinggal di sana sekitar satu bulan.

Tujuannya adalah mencari sekolah bagi anaknya yang berusia 14 tahun. Kemudian, ia meneruskan perjalanan ke Amman, Yordania, atas undangan Pangeran Abdullah (sekarang Raja Abdullah II).

3. Pertemuan Tak Terduga Pertama Kali (1995)


Persahabatan antara Prabowo dan Abdullah II ternyata bermula beberapa tahun sebelumnya, tepatnya pada Desember 1995.

Saat itu, Abdullah sedang berada di Jakarta dan dijadwalkan bertemu dengan Menristek BJ Habibie, tetapi kebetulan bertemu dengan Prabowo di pelantikannya sebagai Danjen Kopassus.

Di sanalah mereka mulai membangun hubungan, karena keduanya memimpin pasukan khusus di negara masing-masing dan sama-sama berlatih di Fort Benning, AS.

4. Sambutan Hangat di Amman: VIP, Kendaraan Kerajaan, Status “Sahabat”


Setibanya di Yordania, Prabowo menerima perlakuan istimewa. Ia dijemput di ruang VIP dan diantar dengan kendaraan resmi kerajaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Yordania Kutuk Penyitaan...
Yordania Kutuk Penyitaan Properti oleh Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved