Mimpi Buruk! India Bersiap Hadapi PHK Besar-besaran akibat Dicekik Tarif Trump 50%

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 16:15 WIB
loading...
Mimpi Buruk! India Bersiap...
Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu Presiden AS Donald Trump. Foto/reddit
A A A
NEW DELHI - Di pasar yang luas di ibu kota India, Anuj Gupta duduk di sudut tokonya dengan keheningan yang menyelimutinya. Gupta memasok dan mengekspor aksesori garmen – seperti renda dan kancing – ke merek-merek global utama.

Namun, tarif yang memberatkan yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah melumpuhkan bisnis Gupta.

Pada Rabu pagi (27/8/2025), India terbangun karena tarif 50% yang dikenakan atas barang-barangnya yang dijual ke AS, setelah pemerintahan Trump menindaklanjuti ancamannya untuk menggandakan pungutan dari 25% atas pembelian minyak Rusia oleh India.

Gedung Putih mengatakan pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, salah satu pembeli utama minyak mentah dari Rusia, membiayai perang Moskow di Ukraina.

Para pejabat India menuduh Washington menerapkan standar ganda, menunjuk pada bagaimana Uni Eropa (UE) dan China membeli lebih banyak dari Rusia dan bagaimana Washington juga masih berdagang dengan Moskow.

Di dunia mode, siklusnya berjalan setahun lebih cepat, jelas Gupta – pakaian sedang dirancang dan dibuat untuk musim gugur 2026 saat ini.

Oleh karena itu, ketidakpastian yang membayangi pasar telah "sangat menghambat pekerjaan", meninggalkan "dampak besar", ujarnya. Hingga 40% bisnisnya berada di pasar AS.

Gupta mengatakan hingga Rabu pagi, ia masih berharap-harap cemas. "Mungkin Trump hanya mengintimidasi kita demi pencitraan, atau mungkin hubungan baik Modi dengan AS akan menyelamatkan situasi," pikirnya. "Tapi kitalah yang paling dirugikan."

Lima putaran perundingan telah gagal menghasilkan kesepakatan dagang antara Washington dan New Delhi, dan Gupta mengatakan para eksportir kini khawatir pelanggan mereka mungkin akan meninggalkan India sepenuhnya.

"Jika ketegangan ini berlanjut, maka pembeli akan mencari pasar alternatif untuk pengadaan," ujarnya.

Di tengah upaya New Delhi menghadapi langkah-langkah Trump yang memundurkan AS dari dua dekade investasi diplomatik dan strategis di India, para analis dan pengamat ekonomi mengatakan tarif tersebut dapat menghancurkan sektor-sektor utama ekonomi India yang berbasis ekspor, dengan ratusan ribu lapangan kerja terancam.

Sangat Tidak Berdaya


Ajay Sahai, CEO Federasi Organisasi Ekspor India (FIEO), badan eksportir India terbesar yang didukung pemerintah, dengan hati-hati berharap akan bantuan dari pemerintahan Modi setelah bertemu dengan menteri keuangan negara itu, Nirmala Sitharaman, pada hari Kamis.

"Pemerintah telah sepenuhnya meyakinkan kami bahwa mereka akan memberikan semua jenis dukungan yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini, mungkin termasuk paket ekonomi," ujar Sahai kepada Al Jazeera.

"Pemerintah telah meminta kami untuk menyiapkan laporan, dan kemudian mereka akan menyusun skema," katanya. "(Sitharaman) telah meyakinkan bahwa tidak akan ada PHK – dan itu adalah sesuatu yang harus kami hormati."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Hindari Tarif Trump,...
Hindari Tarif Trump, Apple Terbangkan 1,5 Juta iPhone dari India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved