Mimpi Buruk! India Bersiap Hadapi PHK Besar-besaran akibat Dicekik Tarif Trump 50%

Jum'at, 29 Agustus 2025 - 16:15 WIB
loading...
A A A

Embargo Barang India


Hampir 1.000 km (620 mil) dari pabrik Kumar, ketakutan telah menguasai Tiruppur, kota di negara bagian selatan Tamil Nadu yang merupakan ibu kota industri ekspor garmen India.

Terletak di tepi Sungai Noyyal dan di samping perbukitan berbatu, Tiruppur menyumbang hampir sepertiga dari total ekspor garmen siap pakai senilai USD16 miliar.

Pendapatan Tiruppur dalam dolar AS telah membuatnya dijuluki 'Kota Dolar'. Merek-merek fesyen papan atas dunia, termasuk Zara dan Gap, memasok pakaian dari sini.

Namun, meskipun margin yang lebih tinggi bagi merek-merek besar memberi beberapa bisnis ruang bernapas sementara, krisis yang berkepanjangan dapat melumpuhkan mereka, kata V Elangovan, direktur pelaksana SNQS International Group, yang mengekspor garmen.

"Di mana pun margin lebih rendah, produksi telah dihentikan sama sekali," katanya. Perusahaan Elangovan mempekerjakan 1.500 orang.

Ia mengatakan sekitar 150.000 pekerja berpotensi kehilangan pekerjaan akibat tarif Trump di Tiruppur.

“Sangat sulit menemukan pelanggan baru dalam perekonomian ini,” ujarnya. “Diversifikasi pelanggan bukanlah seperti tombol yang bisa kita nyalakan dan matikan. Ke depannya, kita akan menghadapi masalah arus kas, dan akan ada banyak PHK.”

Modi di India sementara itu mengambil sikap tegas terhadap perang dagang dengan AS.

“India harus menjadi mandiri … Keegoisan ekonomi sedang meningkat secara global dan kita tidak boleh berpangku tangan dan meratapi kesulitan kita,” tegas Modi dalam pidato Hari Kemerdekaannya pada 15 Agustus dari Benteng Merah New Delhi.

"Modi akan berdiri kokoh melawan kebijakan apa pun yang mengancam kepentingan mereka. India tidak akan pernah berkompromi dalam hal melindungi kepentingan petani kami," ujar perdana menteri, merujuk secara tidak langsung pada poin-poin penting dalam negosiasi perdagangan dengan AS, yang menginginkan akses pasar yang lebih besar ke sektor pertanian dan susu India.

Hampir separuh dari 1,4 miliar penduduk India bergantung pada pertanian untuk mata pencaharian mereka.

Namun, para pedagang khawatir mereka bisa mengalami kerugian besar.

"Pemerintah membiarkan kami ditinju di satu mata demi menyelamatkan mata yang lain," ungkap Elangovan. "Tarif 50 persen praktis merupakan embargo terhadap barang-barang India."

Baca juga: 9 Serangan Drone Rusia Terbesar ke Ukraina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Comeback McGregor Berakhir...
Comeback McGregor Berakhir Tragis, Cedera di Detik Pertama dan Kalah TKO
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
Superkomputer Jagokan...
Superkomputer Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Argentina Bukan Unggulan
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Infografis
Skandal Seks Besar-besaran...
Skandal Seks Besar-besaran Sekutu PM Modi Guncang India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved