PM Israel Dicap Munafik, Usik Genosida Armenia tapi Tutup Mata pada Genosida Gaza

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:03 WIB
loading...
A A A
Di media sosial Turki, banyak yang menyatakan kemarahan kepada Netanyahu karena berbicara tentang genosida Armenia sementara perang Israel yang menghancurkan di Gaza masih berkecamuk. Perkiraan konservatif menyebutkan lebih dari 62.000 warga Palestina telah terbunuh sejauh ini.

Seorang pengguna media sosial dari Turki berkomentar, "Israel, yang membunuh semua orang di Gaza, terlepas dari apakah mereka perempuan atau anak-anak, juga tidak ragu untuk memfitnah bangsa Turki!"

Banyak pengguna media sosial lainnya menyatakan bahwa otoritas terkait harus menanggapi perkataan Netanyahu dengan serius karena tindakannya memiliki "konsekuensi langsung". Ada juga yang berkomentar,"Sulit bagi saya untuk menganggap serius penjahat perang ini."

Israel secara konsisten menolak untuk mengakui pembantaian 1915–1917 di wilayah yang sekarang menjadi Turki modern, sebuah sikap yang sejalan dengan posisi yang diambil oleh pemerintahan Turki sebelumnya.

Ankara mengakui bahwa kekejaman telah dilakukan terhadap orang-orang Armenia selama Perang Dunia I, tetapi tetap bersikeras bahwa kematian tersebut bukanlah hasil dari kampanye terkoordinasi dan oleh karena itu bukan merupakan genosida.

Hingga saat ini, pemerintah dan Parlemen dari 34 negara—termasuk Amerika Serikat—telah secara resmi mengakui peristiwa tersebut sebagai genosida, sementara beberapa sekutu dekat Turki, seperti Inggris, Pakistan, dan Azerbaijan, telah menahan diri untuk tidak mengakui atau secara eksplisit menolak penunjukan genosida tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved