Senapan Penembak Massal Gereja AS Bertuliskan 'Bunuh Trump' dan 'Bakar Israel'

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:45 WIB
loading...
Senapan Penembak Massal...
Robin Westman (kiri) pelaku penembakan massal di Gereja Katolik Annunciation, AS. Senapan-senapannya bertuliskan Bunuh Trump hingga Bakar Israel. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Robin Westman (23) menggunakan tiga senjata saat melakukan penembakan massal di Gereja Katolik Annunciation di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), pada Rabu. Dua anak tewas di bangku gereja dan 17 lainnya terluka saat menghadiri Misa Katolik.

Westman mengumbar puluhan tembakan dengan senapan laras panjang, senapan laras pendek, dan pistol. Dia kemudian ditemukan tewas di tempat parkir akibat apa yang diyakini para pejabat setempat sebagai tembakan yang dilakukan sendiri.

Catatan pengadilan menunjukkan nama Westman diubah dari Robert pada tahun 2020 karena Westman diidentifikasi sebagai perempuan.

Baca Juga: Gereja AS Diberondong Tembakan saat Misa Katolik, 2 Anak Tewas, 17 Luka

Di kanal YouTube berjudul "Robin W", setidaknya ada dua video yang diunggah sebelum administrator situs menghapus kanal tersebut.

Salah satu video, yang berdurasi sekitar 10 menit dan direkam dengan ponsel, menunjukkan tumpukan senjata, amunisi, dan magazine berisi peluru.

"Bunuh Donald Trump", "Bunuh Trump sekarang", "Israel harus jatuh", dan "Bakar Israel" tertulis di magazine-magazine tersebut.

Ada juga tulisan "Nuklir India", "Di mana Tuhanmu?" dan "Untuk anak-anak" di beberapa magazine.

Menteri Dalam Negeri AS Kristi Noem mengonfirmasi keaslian video tersebut, dengan mengatakan bahwa "pembunuh yang sangat sakit hati" menuliskan kata-kata "Untuk Anak-Anak" dan "Di Mana Tuhanmu?" serta "Bunuh Donald Trump" pada magazine senapan.

"Tingkat kekerasan ini tidak terpikirkan," tulis Noem di X, Kamis (28/8/2025).

Para pejabat mengatakan Westman membeli senjata-senjata tersebut secara legal, tidak memiliki catatan kriminal yang diketahui, dan bertindak sendiri.

Presiden Donald Trump memerintahkan pengibaran bendera AS setengah tiang di seluruh negeri sebagai tanda berkabung.

Penembakan di Gereja Katolik Annunciation, yang merupakan bagian dari sekolah Katolik, dilaporkan merupakan insiden penembakan ke-146 di AS sejak Januari.

Sementara itu, surat terakhir Westman telah ditemukan, di mana dia menulis permintaan maaf kepada keluarganya.

"Saya tidak mengharapkan pengampunan, dan saya tidak mengharapkan permintaan maaf apa pun. Saya harus memikul beban yang berat. Tetapi kepada keluarga saya dan orang-orang terdekat saya, saya sungguh meminta maaf atas dampak tindakan saya terhadap kehidupan Anda. Ketahuilah bahwa saya sangat peduli kepada Anda semua, dan sungguh menyakitkan bagi saya untuk membawa badai kekacauan ini ke dalam hidup Anda. Ini akan memengaruhi lebih banyak orang daripada mereka yang terlibat langsung," bunyi surat tulisan tangan Westman.

Surat itu kemudian berlanjut dengan ucapan terima kasih kepada orang tua karena telah membesarkan Westman menjadi "orang baik" dan mengajari mereka empati, pengorbanan diri, dan karakter yang baik, tetapi juga menyalahkan dunia karena membuatnya "membenci hidup."

"Tolong jangan berpikir kalian telah gagal sebagai orang tua. Saya telah dirusak oleh dunia ini dan telah belajar membenci hidup ini. Hidup adalah cinta, hidup adalah penderitaan," lanjut surat itu.

"Saya lelah dengan penderitaan yang diberikan dunia ini. Tolong lanjutkan hidupmu dan teruslah berikan kasih sayangmu kepada saudara-saudari, dan seluruh dunia. Mereka mungkin tidak memaafkanmu, tetapi kamu harus melupakanku. Lupakan hidupku dan penderitaan yang telah kubawa," imbuh surat Westman.

Penembak itu kemudian meminta maaf kepada saudara-saudarinya, "karena selamanya telah menodai sisa hidup kalian."

"Karier, kehidupan, hubungan kalian, semuanya akan jungkir balik. Tolong pertahankan dirimu, bukan diriku. Ganti nama kalian jika perlu," paparnya.

"Dan, untuk teman-teman, Westman percaya untuk memberikan kenangan kalian tentang saya sesuka kalian... Sayangnya, dunia ini terlalu banyak penderitaan yang harus saya hadapi sehingga saya tidak bisa menutupinya dengan sisi-sisi baik kehidupan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved