Ketika Kekayaan Runtuh: 10 Miliarder yang Tumbang oleh Krisis Ekonomi dan Perang
Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Saham Amazon, yang menjadi sumber utama kekayaannya, merosot lebih dari 50% sepanjang tahun tersebut.
Akibatnya, kekayaan bersih Bezos anjlok lebih dari USD85 miliar hanya dalam satu tahun, menjadikannya salah satu kerugian terbesar yang dialami miliarder di era modern.
Namun, meskipun kehilangan puluhan miliar dolar, Bezos tidak benar-benar "bangkrut" dalam arti harfiah.
Ia masih memiliki kekayaan ratusan miliar dolar, tetapi kasusnya mencerminkan betapa rapuhnya kekayaan berbasis saham terhadap gejolak ekonomi dunia.
Kerugian ini juga menunjukkan bagaimana ketergantungan pada nilai pasar bisa mengubah posisi seseorang dalam daftar orang terkaya dunia hanya dalam hitungan bulan.
Laporan dari The Guardian menyatakan Bernard Arnault, raja barang mewah dunia, kehilangan USD11 miliar dalam dua hari dan total sekitar USD18,6 miliar dalam tahun tersebut, akibat volatilitas pasar dan gejolak ekonomi global.
Peristiwa ini terjadi seiring dengan guncangan global yang sama yang menimpa Musk dan Zuckerberg—dipicu kebijakan tarif dan ketidakpastian ekonomi di tahun 2025.
Dari India, Gautam Adani sempat meroket menjadi orang terkaya Asia dengan kekayaan lebih dari USD150 miliar.
Namun, pada 2025, nilai kekayaannya merosot lebih dari USD22 miliar akibat tuduhan manipulasi pasar dan gejolak politik.
Kasus Adani menegaskan faktor kepercayaan investor bisa menghancurkan nilai perusahaan raksasa dalam waktu singkat.
Baca juga: Kian Merajalela, Pasukan Israel Hancurkan 1.000 Bangunan di Kota Gaza
Akibatnya, kekayaan bersih Bezos anjlok lebih dari USD85 miliar hanya dalam satu tahun, menjadikannya salah satu kerugian terbesar yang dialami miliarder di era modern.
Namun, meskipun kehilangan puluhan miliar dolar, Bezos tidak benar-benar "bangkrut" dalam arti harfiah.
Ia masih memiliki kekayaan ratusan miliar dolar, tetapi kasusnya mencerminkan betapa rapuhnya kekayaan berbasis saham terhadap gejolak ekonomi dunia.
Kerugian ini juga menunjukkan bagaimana ketergantungan pada nilai pasar bisa mengubah posisi seseorang dalam daftar orang terkaya dunia hanya dalam hitungan bulan.
9. Bernard Arnault – Kerajaan LVMH pun Bisa Runtuh Sementara
Laporan dari The Guardian menyatakan Bernard Arnault, raja barang mewah dunia, kehilangan USD11 miliar dalam dua hari dan total sekitar USD18,6 miliar dalam tahun tersebut, akibat volatilitas pasar dan gejolak ekonomi global.
Peristiwa ini terjadi seiring dengan guncangan global yang sama yang menimpa Musk dan Zuckerberg—dipicu kebijakan tarif dan ketidakpastian ekonomi di tahun 2025.
10. Gautam Adani – Kejatuhan Konglomerat India
Dari India, Gautam Adani sempat meroket menjadi orang terkaya Asia dengan kekayaan lebih dari USD150 miliar.
Namun, pada 2025, nilai kekayaannya merosot lebih dari USD22 miliar akibat tuduhan manipulasi pasar dan gejolak politik.
Kasus Adani menegaskan faktor kepercayaan investor bisa menghancurkan nilai perusahaan raksasa dalam waktu singkat.
Baca juga: Kian Merajalela, Pasukan Israel Hancurkan 1.000 Bangunan di Kota Gaza
(sya)
Lihat Juga :