Kian Merajalela, Pasukan Israel Hancurkan 1.000 Bangunan di Kota Gaza
Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:08 WIB
loading...
Serangan Israel semakin gencar di Kota Gaza, Jalur Gaza. Foto/anadolu
A
A
A
GAZA - Lebih dari 1.000 bangunan telah dihancurkan di kawasan Zaytoun dan Sabra, Kota Gaza, sejak pasukan Israel memulai serangan darat baru bulan ini. Al Jazeera melaporkan hal itu, mengutip Pertahanan Sipil Palestina.
Dalam pernyataan pada hari Minggu (24/8/2025), Pertahanan Sipil melaporkan serangan yang terus berlanjut dan pemblokiran rute akses telah membuat kru darurat hampir mustahil menjangkau ratusan warga sipil yang terjebak atau menanggapi laporan orang hilang. Rumah sakit di daerah tersebut dilaporkan kewalahan.
"Ada kekhawatiran serius tentang serangan berkelanjutan pasukan Israel ke Kota Gaza, di saat kru lapangan tidak memiliki kapasitas untuk menghadapi intensitas serangan Israel yang terus berlanjut," ungkap organisasi tersebut.
Tank-tank Israel dilaporkan telah bergerak maju ke Sabra, dan pemboman besar-besaran telah dilaporkan di seluruh kota.
Al Jazeera mengutip sumber-sumber medis yang mengatakan 51 orang tewas pada hari Minggu, termasuk 27 orang di Kota Gaza, dan 24 orang lainnya yang sedang mencari bantuan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan delapan orang lagi meninggal karena kelaparan pada hari Minggu, sehingga jumlah total kematian terkait malnutrisi sejak perang dimulai menjadi 289, termasuk 115 anak-anak.
Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), memperingatkan kelaparan kini menjadi "bencana terakhir" yang melanda Gaza.
"Orang-orang menghadapi neraka dalam berbagai bentuk," katanya, menyerukan akses penuh bagi kelompok-kelompok bantuan dan jurnalis internasional.
Militer Israel mengumumkan dimulainya operasi untuk mengambil alih Kota Gaza pekan lalu.
Zaytoun dan Sabra sebelumnya telah diidentifikasi oleh pejabat Israel sebagai zona strategis untuk aktivitas kelompok Hamas.
Konflik di Gaza dimulai setelah serangan pembalasan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 250 orang disandera. Sekitar 50 orang di antaranya masih ditawan.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 62.000 orang tewas dan sekitar 156.000 orang terluka dalam serangan Israel di wilayah Palestina tersebut sejak saat itu.
Baca juga: Qatar Ungkap Israel Belum Tanggapi Proposal Gencatan Senjata Gaza
Dalam pernyataan pada hari Minggu (24/8/2025), Pertahanan Sipil melaporkan serangan yang terus berlanjut dan pemblokiran rute akses telah membuat kru darurat hampir mustahil menjangkau ratusan warga sipil yang terjebak atau menanggapi laporan orang hilang. Rumah sakit di daerah tersebut dilaporkan kewalahan.
"Ada kekhawatiran serius tentang serangan berkelanjutan pasukan Israel ke Kota Gaza, di saat kru lapangan tidak memiliki kapasitas untuk menghadapi intensitas serangan Israel yang terus berlanjut," ungkap organisasi tersebut.
Tank-tank Israel dilaporkan telah bergerak maju ke Sabra, dan pemboman besar-besaran telah dilaporkan di seluruh kota.
Al Jazeera mengutip sumber-sumber medis yang mengatakan 51 orang tewas pada hari Minggu, termasuk 27 orang di Kota Gaza, dan 24 orang lainnya yang sedang mencari bantuan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan delapan orang lagi meninggal karena kelaparan pada hari Minggu, sehingga jumlah total kematian terkait malnutrisi sejak perang dimulai menjadi 289, termasuk 115 anak-anak.
Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), memperingatkan kelaparan kini menjadi "bencana terakhir" yang melanda Gaza.
"Orang-orang menghadapi neraka dalam berbagai bentuk," katanya, menyerukan akses penuh bagi kelompok-kelompok bantuan dan jurnalis internasional.
Militer Israel mengumumkan dimulainya operasi untuk mengambil alih Kota Gaza pekan lalu.
Zaytoun dan Sabra sebelumnya telah diidentifikasi oleh pejabat Israel sebagai zona strategis untuk aktivitas kelompok Hamas.
Konflik di Gaza dimulai setelah serangan pembalasan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 250 orang disandera. Sekitar 50 orang di antaranya masih ditawan.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 62.000 orang tewas dan sekitar 156.000 orang terluka dalam serangan Israel di wilayah Palestina tersebut sejak saat itu.
Baca juga: Qatar Ungkap Israel Belum Tanggapi Proposal Gencatan Senjata Gaza
(sya)
Lihat Juga :