Polisi Jepang Minta Maaf karena Tahan Pria Tak Bersalah Berbulan-bulan dan Akhirnya Meninggal
Selasa, 26 Agustus 2025 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
"Kami dengan tulus meminta maaf atas penyelidikan dan penangkapan yang ilegal ini," ujar Tetsuro Kamata, Wakil Kepala Kepolisian Metropolitan Tokyo, dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan keluarga tersebut.
Istri Aishima berkata, "Saya menerima permintaan maaf, tetapi saya tidak akan bisa memaafkan."
Ketiga pria tersebut ditahan dan didakwa pada Maret 2020 atas tuduhan mengekspor pengering semprot secara ilegal yang mampu memproduksi senjata biologis—ekspor yang mereka anggap legal.
Aishima didiagnosis menderita kanker progresif pada Oktober 2020, tetapi jaksa tetap menahannya, dengan alasan bahwa dia dapat menghilangkan barang bukti jika dibebaskan. Dia dirawat di rumah sakit sebulan kemudian.
Kedua rekannya dibebaskan pada Februari 2021 dengan syarat mereka tidak akan bertemu dengan Aishima, sehingga mereka tidak dapat menemuinya sebelum dia meninggal di bulan yang sama.
Istri Aishima berkata, "Saya menerima permintaan maaf, tetapi saya tidak akan bisa memaafkan."
Ketiga pria tersebut ditahan dan didakwa pada Maret 2020 atas tuduhan mengekspor pengering semprot secara ilegal yang mampu memproduksi senjata biologis—ekspor yang mereka anggap legal.
Aishima didiagnosis menderita kanker progresif pada Oktober 2020, tetapi jaksa tetap menahannya, dengan alasan bahwa dia dapat menghilangkan barang bukti jika dibebaskan. Dia dirawat di rumah sakit sebulan kemudian.
Kedua rekannya dibebaskan pada Februari 2021 dengan syarat mereka tidak akan bertemu dengan Aishima, sehingga mereka tidak dapat menemuinya sebelum dia meninggal di bulan yang sama.
Lihat Juga :