Polisi Jepang Minta Maaf karena Tahan Pria Tak Bersalah Berbulan-bulan dan Akhirnya Meninggal

Selasa, 26 Agustus 2025 - 07:31 WIB
loading...
Polisi Jepang Minta...
Kepolisian Metropolitan Tokyo, Jepang, minta maaf karena menahan pria tak bersalah berbulan-bulan hingga akhirnya meninggal dunia. Foto/Kyodo
A A A
TOKYO - Kepolisian Jepang meminta maaf kepada keluarga seorang pria yang ditangkap secara keliru dan meninggal dunia setelah ditahan selama berbulan-bulan. Istri pria tak bersalah itu dengan tegas menyatakan tidak bisa memaafkan kesalahan fatal tersebut.

Shizuo Aishima, mantan penasihat perusahaan mesin Ohkawara Kakohki, adalah salah satu dari tiga eksekutif perusahaan yang ditahan secara ilegal dalam penahanan praperadilan selama berbulan-bulan atas tuduhan yang kemudian dibatalkan.

Para pegiat hak asasi manusia telah lama menuntut diakhirinya praktik "hostage justice [keadilan sandera]" di Jepang, di mana para penyidik menggunakan penahanan praperadilan yang panjang untuk memaksa pengakuan.

Baca Juga: Perempuan 19 Tahun Ini Lahirkan Anak Ke-5, Dokter Tegur Suaminya: Kamu Tak Kasihan Padanya?

Para pejabat senior dari kepolisian Tokyo, departemen kejaksaan umum tertinggi, dan kantor kejaksaan Tokyo mengunjungi keluarga dan makam Aishima pada hari Senin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Deklarasi KAMI, Pagar...
Deklarasi KAMI, Pagar Nusa Minta Isu Rasial dan Agama Tak Dipakai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved