NATO Kirim Bantuan Militer Senilai Rp811 Triliun untuk Ukraina

Senin, 25 Agustus 2025 - 21:45 WIB
loading...
NATO Kirim Bantuan Militer...
NATO kirim bantuan militer senilai Rp811 triliun untuk Ukraina. Foto/X
A A A
MOSKOW - NATO bermaksud untuk mengalokasikan USD50 miliar atau Rp811 triliun untuk bantuan militer bagi Ukraina dan menyamai kontribusinya dari tahun lalu. Itu diungkapkan seorang pejabat senior mengatakan kepada surat kabar Italia, Corriere della Sera.

Ketua Komite Militer blok tersebut, Giuseppe Cavo Dragone, menyatakan bahwa NATO telah menyediakan lebih dari USD33 miliar sejak Januari dan berencana untuk meningkatkan totalnya menjadi USD50 miliar pada akhir tahun.

Ketika ditanya tentang sikap aliansi tersebut sementara Washington dan Moskow mengupayakan perdamaian, Dragone mengatakan NATO akan "melanjutkan bantuan militer dan bahkan meningkatkannya," menuduh Rusia "menghambat" dialog.

Ia juga menyatakan harapan bahwa sanksi Barat, yang ia gambarkan bertujuan untuk "meningkatkan ketegangan internal" terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, akan diperketat.

BacaJuga: Bill Clinton Pernah Meminta Putin untuk Memburu Osama Bin Laden

Pada saat yang sama, Dragone menepis spekulasi bahwa NATO akan mengerahkan pasukan ke Ukraina, sebuah gagasan yang dilontarkan oleh anggota seperti Prancis dan Inggris.

Ia menekankan bahwa "kami sama sekali belum membicarakan hal ini di NATO, kami bahkan belum menyebutkannya," menambahkan bahwa proposal semacam itu "setidaknya prematur" dan masih "dalam tahap awal."

Pernyataannya muncul setelah pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin di Alaska, yang dalam beberapa hari diikuti oleh pembicaraan antara Trump dan Vladimir Zelensky serta para pemimpin Eropa lainnya di Gedung Putih.

Trump memuji pertemuan tersebut sebagai produktif, dan Gedung Putih mengatakan ada "cahaya di ujung terowongan." Moskow telah mengindikasikan bahwa mereka terbuka untuk negosiasi dan menyambut baik upaya Trump untuk menyelesaikan konflik dengan mengatasi akar permasalahannya.

Rusia telah berulang kali mengecam pengiriman senjata NATO, dengan alasan hal itu hanya memperpanjang konflik. Para pejabat di Moskow mempertanyakan apakah Kiev dan para pendukungnya di Eropa benar-benar berkomitmen pada perdamaian, dengan menunjukkan bahwa Zelensky telah menolak sebagian besar proposal Trump dan terus bersikeras untuk merebut kembali Krimea dan bekas wilayah Ukraina lainnya.

Moskow juga mengkritik anggota NATO Eropa karena mencoba mengesampingkan Rusia dalam negosiasi, sementara justru berfokus pada jaminan keamanan bagi Kiev, yang telah dicap Rusia sebagai rezim yang tidak sah dan "terbuka neo-Nazi".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved