NATO Kirim Bantuan Militer Senilai Rp811 Triliun untuk Ukraina
Senin, 25 Agustus 2025 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataannya muncul setelah pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin di Alaska, yang dalam beberapa hari diikuti oleh pembicaraan antara Trump dan Vladimir Zelensky serta para pemimpin Eropa lainnya di Gedung Putih.
Trump memuji pertemuan tersebut sebagai produktif, dan Gedung Putih mengatakan ada "cahaya di ujung terowongan." Moskow telah mengindikasikan bahwa mereka terbuka untuk negosiasi dan menyambut baik upaya Trump untuk menyelesaikan konflik dengan mengatasi akar permasalahannya.
Rusia telah berulang kali mengecam pengiriman senjata NATO, dengan alasan hal itu hanya memperpanjang konflik. Para pejabat di Moskow mempertanyakan apakah Kiev dan para pendukungnya di Eropa benar-benar berkomitmen pada perdamaian, dengan menunjukkan bahwa Zelensky telah menolak sebagian besar proposal Trump dan terus bersikeras untuk merebut kembali Krimea dan bekas wilayah Ukraina lainnya.
Moskow juga mengkritik anggota NATO Eropa karena mencoba mengesampingkan Rusia dalam negosiasi, sementara justru berfokus pada jaminan keamanan bagi Kiev, yang telah dicap Rusia sebagai rezim yang tidak sah dan "terbuka neo-Nazi".
Trump memuji pertemuan tersebut sebagai produktif, dan Gedung Putih mengatakan ada "cahaya di ujung terowongan." Moskow telah mengindikasikan bahwa mereka terbuka untuk negosiasi dan menyambut baik upaya Trump untuk menyelesaikan konflik dengan mengatasi akar permasalahannya.
Rusia telah berulang kali mengecam pengiriman senjata NATO, dengan alasan hal itu hanya memperpanjang konflik. Para pejabat di Moskow mempertanyakan apakah Kiev dan para pendukungnya di Eropa benar-benar berkomitmen pada perdamaian, dengan menunjukkan bahwa Zelensky telah menolak sebagian besar proposal Trump dan terus bersikeras untuk merebut kembali Krimea dan bekas wilayah Ukraina lainnya.
Moskow juga mengkritik anggota NATO Eropa karena mencoba mengesampingkan Rusia dalam negosiasi, sementara justru berfokus pada jaminan keamanan bagi Kiev, yang telah dicap Rusia sebagai rezim yang tidak sah dan "terbuka neo-Nazi".
(ahm)
Lihat Juga :