Sosok Sultan Ibrahim, Miliarder Sekaligus Raja Malaysia yang Ketus pada DPR demi Rakyat

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:53 WIB
loading...
Sosok Sultan Ibrahim,...
Sultan Ibrahim, miliarder sekaligus raja Malaysia yang ketus pada Parlemen demi membela rakyat Malaysia. Foto/Instagram/officialsultanibrahim
A A A
JAKARTA - Sultan Ibrahim bin Sultan Iskandar adalah Yang di-Pertuan Agong atau Raja Kerajaan Malaysia. Dia dikenal sebagai miliarder dengan dengan kekayaan keluarga sekitar USD5,7 miliar (Rp92,6 triliun).

Dia merupakan penguasa yang vokal dan bertekad untuk memberikan pengaruh serta menolak menjadi apa yang disebutnya sebagai "raja boneka" di pemerintahan Malaysia.

Miliarder berusia 66 tahun ini naik takhta tahun lalu di bawah sistem monarki konstitusional Malaysia yang unik, di mana sembilan penguasa turun-temurun, yang dikenal sebagai "sultan", bergantian menjadi raja.

Baca Juga: Miliarder John Fredriksen Tinggalkan Inggris, Sebut Dunia Barat Menuju Kehancuran

Sultan Ibrahim, yang memimpin Johor, negara bagian terpadat kedua di Malaysia, dianggap sebagai salah satu tokoh paling berkuasa dan kaya di negara ini jauh sebelum naik takhta. Dia menonjol bahkan di antara para sultan karena kekayaannya yang begitu sering dia pamerkan.

Sang raja, yang digambarkan oleh Bloomberg sebagai "pengendara sepeda motor, pengemudi Ferrari, dan aktif di Instagram", memiliki koleksi 300 mobil mewah dan empat jet pribadi, termasuk sebuah Boeing 737, serta memiliki kehadiran yang kuat di media sosial dengan lebih dari 1,1 juta pengikut di Facebook dan 973.000 pengikut di Instagram.

Meskipun banyak perhatian tertuju pada kekayaan dan pengaruhnya, dia juga dikenal karena menyuarakan isu-isu yang biasanya diserahkan kepada politisi terpilih.

Meskipun peran raja di Malaysia sebagian besar bersifat seremonial, Sultan Ibrahim telah menegaskan bahwa dia tidak berniat menghabiskan lima tahun masa pemerintahannya sebagai "raja boneka", melainkan bersumpah untuk memerangi korupsi dan memajukan persatuan nasional.

Dia telah memposisikan dirinya sebagai raja rakyat dan mengadvokasi toleransi di Malaysia. Dia pernah menyatakan bahwa dia berdiri bersama rakyatnya, alih-alih bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Parlemen terpilih.

"Ada 222 dari Anda (anggota Parlemen) di Parlemen—ada lebih dari 30 juta di luar," katanya dalam sebuah wawancara dengan The Straits Times di akhir tahun 2023. "Saya tidak bersama Anda. Saya bersama mereka."

Dalam pidato kerajaan di sidang Parlemen awal bulan ini, dia meminta anggota Parlemen untuk "berhenti berpolitik" dalam setiap isu untuk memprioritaskan kepentingan satu partai atau kelompok, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Malaysia, The Star.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved