Sosok Sultan Ibrahim, Miliarder Sekaligus Raja Malaysia yang Ketus pada DPR demi Rakyat

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:53 WIB
loading...
A A A
"Pemerintah harus memastikan kinerja yang baik ini akan menguntungkan seluruh rakyat dan bukan hanya kalangan tertentu," katanya, merujuk pada kinerja ekonomi negara pada tahun 2024.

Pernyataan terus terang seperti ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan politisi terkemuka tentang luasnya pengaruhnya di seluruh negeri.

"Dia orang yang sangat agresif dalam banyak hal," ujar Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri yang sering berselisih dengan para sultan selama 24 tahun masa jabatannya, sebagaimana dikutip dari VN Express.

"Dalam situasi di mana pemerintah lemah, pemerintah tidak dapat memaksakan aturan kepada penguasa," ujarnya.

Selain itu, Sultan Ibrahim telah menghadapi pengawasan karena terlibat dalam usaha bisnis swasta di samping tanggung jawab resminya.

Keluarga Kerajaan Johor memiliki investasi di berbagai industri dan usaha, termasuk proyek Forest City senilai USD100 miliar yang bekerja sama dengan pengembang China; Country Garden, menurut The Business Times.

Raja taipan itu beralasan bahwa dia "harus mencari nafkah seperti orang lain" karena dia tidak dapat hanya mengandalkan tunjangan bulanannya sebesar RM27.000 (USD6.100), dan bahwa dia selalu terbuka dan transparan tentang bisnisnya.

"Saya tidak pernah mencoba menyembunyikan urusan bisnis saya menggunakan proxy, seperti yang dilakukan beberapa orang," ujarnya.

Namun, orientasi bisnisnya juga mendorong dorongannya untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Dia telah mendesak pemerintah federal untuk berfokus pada inisiatif infrastruktur utama, mengadvokasi kebangkitan kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura dan upaya untuk merevitalisasi proyek Forest City yang sedang terpuruk.

Dalam sebuah pidato kerajaan, dia menyerukan investasi yang lebih besar dalam industri teknologi tinggi dan digital, peningkatan infrastruktur, layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik, serta perumahan yang lebih terjangkau bagi warga negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved